Grid.ID – Eks petinggi KPK, Bambang Widjojanto mengungkap teori follow the money. Teori ini biasa digunakan dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi.
Selama berkarier dan menangani beragam kasus korupsi, Bambang dapat menyimpulkan bahwa uang halal dipastikan mengalir untuk kebutuhan yang tak halal. Melacak aliran dana bisa menjadi kunci dalam mengungkap tindak pidana.
“Uang dari hasil kejahatan yang kita sebut tidak halal biasanya penggunaannya juga untuk hal yang tidak halal. Uang hasil setan dipakai untuk kepentingan jin. Tapi yang menarik dari itu sebenernya kalau di dunia tindak pidana korupsi itu, kejahatan itu tidak hanya melacak orang tapi melacak ke mana aliran uang,” ucap Bambang Widjojanto dalam video Youtube berjudul ‘Soal Ridwan Kamil Dan Aura Kasih, Saya Sudah Tau Setahun Yang Lalu ?’.
Toeri inilah yang kemudian disebut sebagai follow the money.
“Jadi membuktikan sebuah kejahatan dengan melacak bagaimana uang itu mengalir, uang itu digunakan kepada siapa, dan kepentingan apa. Itu yang disebut dengan follow the money,” imbuhnya.
Bambang Widjajanto menduduki jabatan sebagai wakil ketua KPK di periode 2011 – 2015. Dalam masa jabatannya, sudah menjadi hal biasa bahwa pejabat pria yang menjadi pelaku tindak korupsi mengalirkan uangnya ke wanita simpanan.
“Udah banyak contohnya, cuma harus hati-hati. Ini kan ada yang sifatnya kehidupan pribadi. Kehidupan pribadi itu tidak sama dengan kejahatan. Cuma ada banyak kejahatan yang kemudian berkaitan dengan kehidupan pribadinya. Cuma jangan menyamaratakan,” papar Bambang.
“Dalam banyak kejahatan maka bisa diungkap bagaimana kehidupan pribadi itu bekerja dari hasil kejahatan.”
Teori follow the money inilah yang akhirnya mengungkap deretan nama perempuan yang diduga jadi wanita simpanan Ridwan Kamil. Seperti yang diketahui, Ridwan Kamil diisukan pernah menjalin hubungan dengan Lisa Mariana, Safa Marwah, Ayu Aulia, hingga penyanyi Aura Kasih.
Isu wanita simpanan ini tengah menjadi bola liar bersamaan dengan kasus korupsi bank BJB yang belakangan juga menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat itu.
“Bola liarnya kan di masyarakat, statusnya kan belum tersangka atau apa di Ridwan Kamil kan, cuma ada perempuan-perempuan terus ganti lagi,” ucap host podcast Bambang Widjojanto.
“Itu kan dalam rangka membuktikan kejahatan bisa follow the money, mencari bagaimana mengalirnya uang dengan kejahatan,” timpal Bambang. (*)
Artikel Asli



