Sepanjang 2025, tercatat ada 6.776 pasien jiwa yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari jumlah tersebut, sebagian besar pasien merupakan laki-laki.
Direktur RS Grhasia, Akhmad Akhadi, dalam keterangan tertulisnya mencatat jumlah pasien laki-laki rawat inap maupun rawat jalan sebanyak 3.952. Sementara itu sisanya yakni 2.824 merupakan pasien rawat inap dan rawat jalan berjenis kelamin perempuan.
Secara umum, skizofrenia merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh para pasien, baik laki-laki maupun perempuan. 3 jenis penyakit dengan penderita terbanyak bahkan merupakan skizofrenia berbagai golongan.
“Skizofrenia ada banyak. Ada paranoid, terinci, tidak teridentifikasi. Paling banyak ini skizofrenia tidak terinci,” kata Akhadi kepada awak media di RS Grhasia, Senin ( 5/1).
Akhadi mengatakan pasien RS Grhasia tidak hanya berasal dari DIY. Pihaknya mencatat ada pasien dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“RS kita kan di DIY, yang mengakses sebagian besar DIY. Tapi kita coverage areanya seperti Cilacap, Pacitan. Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan,” kata Akhadi.
Adapun dari segi usia, pasien yang menjalani perawatan di RS Grhasia bervariasi, dari anak-anak, usia produktif, hingga usia lebih dari 50 tahun.
Pada kasus gangguan jiwa yang diderita kalangan di bawah 19 tahun, Akhadi mengatakan sebagian besar berupa gangguan ADHD, gangguan wicara, hingga gangguan karena kecanduan gadget.
“Di kita bukan (gangguan karena) pinjol, tapi game online,” ujarnya.




