Malang (beritajatim.com) – Mengawali tahun 2026, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar perayaan penuh makna. Suasana kampus yang berlokasi di Jalan Sigura-gura ini terasa berbeda pada Senin (05/01/2026).
Sehari setelah memperingati Dies Natalis ke-57, segenap civitas akademika kembali berkumpul di Aula Kampus 1 untuk menggelar Ibadah dan Perayaan Natal 2025. Perayaan ini menjadi momentum strategis bagi kampus tersebut untuk memperkuat harmoni. Acara ini dihadiri oleh elemen lengkap institusi: mulai dari dosen, staf, mahasiswa, Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN), hingga para purna tugas dan mitra kerja.
Mengusung Tema “C-Light” dalam Kebhinekaan
Tahun ini, ITN Malang mengangkat tema besar “C-Light: Christmas – Love in God, Harmony Together”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan pesan spiritual yang disampaikan secara khidmat melalui khotbah Romo Daniel Aji Kurniawan, PR, dan ditutup dengan doa berkat oleh Pdt. Agus Ertinus, S.Th.
Ketua Panitia Natal, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa tema tersebut adalah representasi identitas kampus.
“ITN Malang adalah miniatur Indonesia yang penuh keberagaman. Natal ini adalah momentum memperkuat toleransi. Kami tidak hanya beribadah, tetapi juga berbagi kasih. Tema C-Light adalah wujud nyata terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Maranatha.
Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia juga menyerahkan bingkisan tali asih kepada 16 purna tugas dan merencanakan agenda bakti sosial lanjutan pada bulan Januari ini.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk tidak hanya bersyukur, tetapi juga waspada dan siap menghadapi tantangan tahun 2026. Ia menyoroti kondisi global yang sedang tidak menentu, mulai dari bencana alam di tanah air hingga isu geopolitik internasional seperti konflik yang baru pecah di Venezuela awal tahun ini.
“Mengawali tahun 2026 patut kita ucapkan puji syukur. Momen ini sangat istimewa karena masih dalam suasana Dies Natalis ke-57. Meski situasi dunia penuh ketidakpastian, kita harus melangkah dengan semangat optimisme,” tutur Rektor.
Rektor juga memaparkan agenda besar institusi di tahun ini, antara lain: Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), pelaksanaan Ujian Akhir Semester, pemilihan Rektor dan Wakil Rektor baru di akhir tahun 2026.
“Kita bersama berdoa semoga ITN senantiasa diberkati dan diberikan pemimpin yang semakin baik ke depannya,” imbuhnya.
Senada dengan Rektor, Ketua P2PUTN, Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., menekankan pentingnya modal sosial di atas modal fisik. Menurutnya, berbagai musibah yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan lembaga terletak pada human capital dan solidaritas.
“Kekuatan sebuah lembaga tidak hanya terletak pada sumber daya fisik yang dimiliki, tetapi pada energi untuk saling menguatkan satu sama lain. Mari kita hadapi setiap tantangan di tahun 2026 dengan kepala tegak. Dengan solidaritas yang kuat, saya yakin kita bisa bergerak maju membangun masa depan ITN Malang,” tegas Kartiko.
Acara yang berlangsung hangat ini tidak hanya diisi dengan seremonial, tetapi juga doa syafaat khusus. Jajaran pimpinan dan civitas akademika memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa Indonesia dalam menghadapi potensi bencana alam dan dinamika geopolitik 2026.
Ibadah ditutup dengan suasana cair dan penuh tawa melalui sesi ice breaking dan tebak gambar, menandakan dimulainya tahun kerja baru dengan semangat persaudaraan yang erat di lingkungan ITN Malang. (dan/but)


