Bisnis.com, JAKARTA — PT Zurich General Takaful Indonesia atau Zurich Syariah menyebutkan komposisi portofolio investasi perusahaan sepanjang 2025 didominasi oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak menuturkan bahwa selain SBSN, Zurich Syariah juga berinvestasi pada deposito syariah dan obligasi sukuk korporasi. Komposisi ini mempertimbangkan keseimbangan antara aset dan liabilitas.
“Sepanjang tahun 2025, portfolio Investasi Zurich Syariah mencatatkan pertumbuhan pendapatan investasi bersih lebih dari 18%. Kontribusi utama hasil investasi ini didapatkan dari SBSN, sesuai dengan alokasi portfolio investasi,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (7/1/2026).
Hilman menegaskan, bila dibandingkan dengan 2024 lalu, tidak ada perubahan signifikan dalam proporsi instrumen investasi pada 2025. Perusahaan memastikan bahwa portofolio yang dimiliki tetap sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
Sebab demikian, dalam menentukan instrumen investasi yang diprioritaskan, Zurich Syariah selalu mengutamakan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan peraturan yang berlaku. Selain itu, juga memperhatikan manajemen risiko yang prudent, tingkat imbal hasil, dan kebutuhan likuiditas.
“Di antara berbagai faktor tersebut, tingkat risiko dan kestabilan imbal hasil merupakan pertimbangan utama dalam proses pengambilan keputusan investasi. Dengan pendekatan ini, kami berkomitmen untuk menjaga portofolio investasi yang aman, sesuai prinsip syariah, dan memberikan nilai optimal,” jelasnya.
Baca Juga
- Zurich Asuransi (ZADI) Umumkan Dividen Interim Rp295.000 per Lembar
- Bisnis Ritel Dongkrak Kinerja, Premi Zurich Indonesia Kompak Tumbuh Hingga Oktober 2025
- Umrah Mandiri Dilegalkan, Begini Respons Zurich Syariah
Oleh karena itu pula, pada 2026 ini Hilman mengemukakan perusahaannya akan tetap fokus pada investasi SBSN.
Lebih jauh, dia menilai salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam mengelola portofolio investasi saat ini adalah terbatasnya pilihan instrumen investasi syariah di pasar dan volatilitas pasar yang dapat memengaruhi hasil investasi.
Untuk menghadapi hal tersebut, Zurich Syariah menerapkan strategi alokasi aset yang fleksibel dan disiplin dalam manajemen risiko. Perusahaan juga aktif memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi investasi sesuai kebutuhan.
“Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berlandaskan prinsip syariah, Zurich Syariah berupaya mengoptimalkan imbal hasil sekaligus memberikan nilai terbaik bagi para peserta,” pungkasnya.
Sebagai informasi, OJK menyampaikan sampai dengan Oktober 2025 hasil investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp2,73 triliun atau 13,8% dari rata-rata investasi tahun 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono membeberkan portofolio investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah didominasi oleh SBSN yang mencapai 43,0%.
“Diikuti oleh saham sebesar 19,2%, deposito sebesar 16,6%, reksa dana sebesar 12,1%, dan sukuk korporasi sebesar 8,8%,” katanya dalam lembar jawaban RDK Oktober 2025, dikutip pada Jumat (5/12/2025).

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4843315/original/041301600_1716764000-20240526_123544.jpg)



