PEMIMPIN oposisi Venezuela, María Corina Machado, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas "ketegasan dan tekadnya dalam menegakkan hukum." Pernyataan ini muncul dua hari setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang mengejutkan dunia.
Melalui unggahan di platform X, peraih Nobel Perdamaian tersebut menegaskan visinya bagi masa depan hubungan kedua negara. Machado menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan baru, Venezuela akan bertransformasi menjadi mitra strategis Washington.
“Venezuela akan menjadi sekutu utama Amerika Serikat dalam masalah keamanan, energi, demokrasi, dan hak asasi manusia,” tulis Machado. “Kebebasan Venezuela sudah dekat, dan segera kita akan merayakannya di tanah air kita. Kita akan berteriak, berdoa, dan berpelukan sebagai keluarga, karena anak-anak kita akan pulang ke rumah.”
Keraguan dari Gedung PutihMeski Machado menunjukkan sikap kooperatif, Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap skeptis terhadap kapasitas sang tokoh oposisi untuk memimpin masa transisi Venezuela. Setelah mengumumkan Amerika Serikat akan "menjalankan" Venezuela pasca-tumbangnya Maduro, Trump secara terbuka mempertanyakan basis dukungan Machado.
"Saya pikir akan sangat sulit baginya untuk menjadi pemimpin, dia tidak memiliki dukungan... dia tidak memiliki rasa hormat," ujar Trump dalam pernyataan sebelumnya.
Machado tidak menanggapi secara langsung komentar miring Trump tersebut. Ia lebih memilih fokus pada mobilisasi dukungan internasional. Machado mengungkapkan warga Venezuela di 30 negara dan 130 kota di seluruh dunia telah turun ke jalan untuk merayakan langkah besar menuju transisi pemerintahan ini.
Menanti Jam Kebebasan EkspektasiMachado terhadap perubahan di Venezuela telah terlihat sejak awal intervensi AS pada 3 Januari lalu. Saat itu, ia dengan antusias menyatakan bahwa "jam kebebasan telah tiba."
Saat ini, Machado masih berada di luar negeri setelah menerima Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, bulan lalu. Di tengah ketidakpastian mengenai siapa yang akan memimpin Venezuela pasca-Maduro, Machado tetap memosisikan dirinya sebagai jembatan utama bagi kepentingan AS di kawasan tersebut, terutama dalam hal stabilitas energi dan keamanan wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Machado belum memberikan komentar tambahan terkait pernyataan Trump yang meragukan kepemimpinannya. (CNN/BBC/Z-2)





