Tulis Surat untuk Orang Tua Tiap Malam, Kebiasaan Disiplin Amitabh Bachchan Bikin Merinding

tabloidbintang.com
2 hari lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Reputasi Amitabh Bachchan sebagai sosok yang disiplin dan penuh dedikasi telah lama diakui oleh banyak rekan kerja yang pernah berkolaborasi dengannya. Menambah deretan kisah personal tentang sang megabintang, aktor senior Ranjeet baru-baru ini membagikan kenangan masa awal karier Amitabh Bachchan, yang menyoroti kuatnya rutinitas, nilai keluarga, serta kesiapan kerja yang telah ia pegang sejak belum meraih ketenaran.

Dalam wawancara dengan Alpha Neon Studioz, Ranjeet mengenang masa pertama kali bekerja dengan Amitabh Bachchan dalam film Reshma Aur Shera, yang merupakan film kedua Bachchan setelah Saat Hindustani. Keduanya sempat tinggal di tempat yang sama selama proses syuting, sehingga Ranjeet dapat melihat langsung kehidupan sehari-hari aktor muda tersebut.

“Kami pertama kali bekerja bersama di Reshma Aur Shera. Itu film keduanya, setelah sebelumnya ia bermain di Saat Hindustani. Kami tinggal di tenda yang sama bersama dua orang lainnya. Setiap malam ia selalu menulis sesuatu dan di pagi hari membaca doa,” ujar Ranjeet.

Rasa penasaran mendorong Ranjeet untuk menanyakan kebiasaan tersebut. Jawaban Amitabh Bachchan, menurutnya, mencerminkan kedisiplinan dan sikap membumi yang telah ia miliki bahkan sebelum menjadi bintang besar. “Suatu hari saya bertanya apa yang ia tulis setiap malam. Ia menjawab, ‘Saya menulis surat untuk orang tua saya setiap hari dan membaca Bhagavad Gita di pagi hari.’ Itu rutinitas hariannya,” kenang Ranjeet.

Percakapan kemudian beralih ke fase karier mereka di masa yang lebih matang, khususnya momen komedi ikonis dalam film Namak Halaal. Sang pembawa acara menyinggung adegan legendaris ketika karakter Amitabh mencoba berbicara bahasa Inggris saat melamar pekerjaan, dengan dialog terkenal, “Bhairon becomes Baron and Baron becomes Bhairon because their minds are very narrow…”.

Ranjeet mengungkapkan bahwa di balik kesan humor yang mengalir alami di layar, adegan tersebut lahir dari persiapan yang sangat serius. Ia menjelaskan bahwa para aktor pada era tersebut benar-benar terlibat penuh dalam setiap adegan dan enggan berkompromi soal kualitas akting.

“Pada masa itu, setiap aktor benar-benar terobsesi dengan adegan yang dimainkan. Syuting dilakukan pada hari pertama, dan jika Anda perhatikan filmnya, saya mengenakan wig di adegan tersebut. Namun setelah pengambilan gambar kedua, wig itu sudah tidak ada karena saya hanya memakainya saat masuk adegan,” jelasnya.

Menurut Ranjeet, apa yang terjadi selanjutnya menjadi gambaran nyata etos kerja Amitabh Bachchan. “Kami mulai syuting, lalu setelah beberapa saat ia kembali ke ruang rias. Tak lama kemudian, kami mendapat kabar bahwa syuting dihentikan untuk hari itu. Ia mengatakan ingin menghafal adegan tersebut dengan lebih baik dan melakukannya keesokan hari. Saat datang keesokan harinya, pengambilan gambar pertama langsung sempurna tanpa potongan. Inilah standar kerja pada masa itu,” ungkap Ranjeet.

Sepanjang kariernya, Ranjeet dan Amitabh Bachchan telah bekerja sama dalam sejumlah film populer, di antaranya Muqaddar Ka Sikandar, Namak Halaal, Laawaris, Suhaag, dan Yaarana. Kenangan yang dibagikan Ranjeet ini memberi gambaran tidak hanya tentang profesionalisme Amitabh Bachchan, tetapi juga tentang disiplin tenang yang membentuk salah satu legenda terbesar dalam sejarah perfilman India.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Popsivo vs Falcons buka rangkaian pertandingan Proliga 2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Pria di Depok Ditusuk hingga Tewas Saat Tidur
• 55 menit lalukompas.com
thumb
Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Usman Hamid: Rekam Jejak HAM Kita Sendiri Problematik
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Akui Ada Tekanan Titip Vendor, Menhaj Tegaskan Haji 2026 Tetap Akuntabel
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kemlu: Indonesia dan Turki akan Adakan Pertemuan "2 Plus 2"
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.