Perputaran Uang Kartal saat Nataru di DIY Lebih Rendah 20% Dibanding 2024

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DI Yogyakarta mencatat jumlah uang kartal yang berputar di masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan.

BI telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp2 triliun dengan jumlah uang kartal yang keluar sebesar Rp1,34 triliun.

"Realisasi outflow pada Desember 2025 tersebut lebih tinggi 76,9% dari realisasi outflow November 2025 yang sebesar Rp757,51 miliar. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, realisasi outflow tersebut lebih rendah sebesar 20,67% di mana pada Desember 2024 tercatat Rp1,69 triliun," kata Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Perwakilan BI DI Yogyakarta, Senin (5/1/2026).

Sudibyo menjelaskan bahwa penurunan realisasi outflow uang kartal selama Nataru disebabkan oleh semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital di DI Yogyakarta.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Imbasnya, masyarakat lebih sering menggunakan transaksi nontunai termasuk ketika sedang berlibur.

"Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup, berkualitas, dan tepat waktu, sekaligus terus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai," tulis Sudibyo dalam siaran persnya.

Baca Juga

  • Tertekan Impor Migas, Neraca Perdagangan Jateng Defisit US$1,82 miliar hingga November 2025
  • Tahun Ini Jateng Siap Belanjakan APBD Rp24,15 Triliun
  • Fenomena Sudden Travel, Perubahan Perjalanan Liburan yang Mengubah Industri Pariwisata

Pada perkembangan lain, meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode Nataru ikut meningkatkan konsumsi di wilayah DI Yogyakarta.

Peningkatan kebutuhan tersebut berdampak pada peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) di kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi sebesar 1,66% (month-to-month/mtm).

Secara bulanan, inflasi di DI Yogyakarta pada Desember 2025 tercatat di angka 0,25% (mtm). Sudibyo menyampaikan bahwa inflasi tahunan di DI Yogyakarta masih berada dalam target sasaran inflasi nasional tahun 2025, tepatnya di 3,11% (year-on-year/yoy).

"BI memprakirakan inflasi DI Yogyakarta tahun 2026 tetap terjaga pada kisaran target 2,5±1% (yoy)," jelas Sudibyo.

Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang bakal dilanjutkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DI Yogyakarta diyakini akan mendukung target tersebut.

Selain itu, pelaksanaan operasi pasar melalui optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bakal Hadir di Forum Ekonomi Dunia, Prabowo Bawa Misi Khusus
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sidang Nadiem, Pakar Ungkap Maksud Memperkaya dalam Dugaan Korupsi
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Survei LSI Denny JA: 66% Responden Tak Setuju Usulan Pilkada Lewat DPRD
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sopir Bawa Rombongan Guru Diduga Ngantuk Sebelum Tabrak Truk di Tol Ungaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Juga Bakal Bongkar Tiang Monorel di Senayan, Kapan?
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.