Saham Bank Mini dan Asuransi Naik Tinggi, BEIPantau Ketat 3 Emiten Ini

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas tiga saham sekaligus mulai Senin, (5/1/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Ketiga saham itu antara lain PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (ASJT), PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP).


Baca: Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Pantau Ketat Kondisi Geopolitik

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

Informasi terakhir mengenai ASJT yang merupakan emiten asuransi ini adalah informasi tanggal 29 Desember 2025 yang

dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal ringkasan risalah rapat umum para pemegang saham luar biasa.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ASJT tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.

Mengutip data pasar, saham ASJT bergerak naik 34,39% ke harga Rp254 per saham pada perdagangan kemarin. Di sisi lain, saham ASJT naik 73.97% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 37.30%.

Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sama halnya dengan ASJT, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham BNBA karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Adapun keterangan terakhir soal BNBA tertuang pada keterbukaan informasi tanggal 23 Desember 2025 perihal penjelasan atas permintaan penjelasan bursa.

Selama perdagangan kemarin, saham perbankan ini naik 24,68% di level Rp985 Adapun saham BNBA terpantau naik 52.71% dalam periode bulanan, dan telah naik 39.72% selama year to date (YTD).

Di sisi lain, perusahaan AHAP juga dipelototi BEI akibat transaksinya yang tidak wajar. Padahal, sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan laporan hasil public expose - tahunan pada tanggal 23 Desember 2025.

Sepanjang perdagangan kemarin, AHAP bergerak naik 34,96% di level Rp166 per saham. Adapun sebulan ke belakang sahamnya telah naik 72.92% dan secara year to date naik 41.88%.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ada Danantara Effect, Saham Ini Bisa Jadi Perhatian di 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Densus 88 Sebut Insiden Bom SMAN 72 Jakarta Menginspirasi Kekerasan Remaja di Rusia
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Prabowo Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Terima MBG Pada Desember 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Targetkan Bangun 1.100 Kampung Nelayan di Tahun 2026
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Survei Ungkap Warga Desa dan Kota Kompak Tolak Pilkada Melalui DPRD
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Ini Topik Aman Membuka Obrolan dengan Orang yang Lebih Tua
• 23 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.