GenPI.co - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut hasil survei mengungkap mayoritas warga desa dan kota kompak menolak wacana Pilkada melalui DPRD.
Peneliti Senior LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan 66,1 persen responden kurang setuju, tidak setuju, dan tidak setuju sama sekali terhadap wacana itu.
Kemudian, hanya ada 28,6 persen responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju Pilkada melalui DPRD.
“Angka tersebut tidak kecil. Tetapi, angka yang masif sekaligus sistemik,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (8/1).
Dia mengungkapkan dalam opini publik, jika melalui angka 60 persen dari persetujuan, maka efeknya sudah besar.
Ardian menyampaikan angka tersebut tersebar dari berbagai segmen. Termasuk, laki-laki dan perempuan menolak wacana itu.
“Warga desa maupun kota juga menolak. Jadi, isu ini tidak hanya miliki masyarakat di perkotaan,” tuturnya.
Temuan lainnya yang menarik adalah warga dengan pendapatan lebih tinggi yang paling menolak Pilkada melalui DPRD.
Sementara itu, untuk segmen generasi, Gen Z yang menjadi generasi paling keras menolak dibandingkan generasi lainnya.
Ardian mengatakan 84 persen Gen Z menolak. Kemudian 71,4 persen Milenial menolak, Generasi X ada 60 persen, dan Baby Boomer 63 persen.
Survei tersebut dilakukan dengan metodologi multi-stage random sampling, seperti survei-survei biasanya.
Dalam survei terbaru ini, ada 1.200 responden yang dilibatkan untuk mewakili masyarakat Indonesia. (ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:




