PADANG, KOMPAS.TV - Seorang nenek bernama Saudah (68) diduga menjadi korban penganiayaan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar). Akibatnya korban megalami luka lebam di wajah.
Peristiwa itu terjadi di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, pada Kamis (1/1/2026) lalu.
Berdasarkan keterangan Saudah, insiden itu bermula saat dirinya mendatangi suatu lokasi bukan untuk melarang aktivitas penambangan yang diduga ilegal, melainkan meminta agar kegiatan dihentikan pada siang hari.
Baca Juga: Insiden Petasan Berujung Penganiayaan pada Warga, Polisi Periksa 13 Anggotanya di Maros | SAPA PAGI
Namun, ia tiba-tiba mengalami penganiayaan, mulai dari dilempari batu, dipukul, hingga diseret hingga ke semak-semak.
Saudah kemudian ditemukan warga dalam kondisi luka lebam di wajah dan kedua matanya membiru.
Atas kasus dugaan penganiayaan yang dialami Saudah, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku.
Ia menegaskan kekerasan terhadap Saudah tersebut tidak dapat ditoleransi, terlebih menyasar seseorang yang tak berdaya.
"Saya minta penegak hukum bergerak cepat menangkap para pelaku tanpa pandang bulu," tegasnya, Senin, dikutip dari Antaranews.
Ia juga meminta Kapolres Pasaman menindaklanjuti kasus tersebut hingga pelaku ditangkap dan menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- penganiayaan
- pasaman
- wagub sumbar
- pelaku penganiayaan
- nenek saudah
- vasko ruseimy


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466000/original/064472900_1767786774-1000200454.jpg)


