Kesulitan Kejar Borneo, PSM Malah Terancam Anjlok ke Zona Degradasi

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR – PSM Makassar harus waspada. Zona merah bisa saja mengintai.

Jika hasil buruk terus mereka ditorehkan dalam beberapa pertandingan mendatang, bukan tak mungkin papan bawah menjadi “pelabuhan” dalam kompetisi Super League 2025/2026.

Saat ini, PSM bertengger di peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi 19 poin dari 16 pertandingan yang mereka lakoni. Jumlah ini hanya terpaut sembilan poin saja dari zona degradasi.

Selain itu, kekalahan atas Borneo FC juga memperpanjang jarak dengan pemuncak klasemen tersebut. Saat ini, PSM dan Borneo terpaut 18 poin, dua kali lipat lebih jauh dibanding zona degradasi.

Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma menilai, PSM sudah harus bangkit dari kondisi saat ini. Mereka tidak boleh lagi membuang poin karena tidak siap menghadapi calon lawannya.

“Memang sudah harus bangkit, jangan kehilangan poin lagi kalau mau bersaing. Ini dari empat pertandingan saja kita cuma dapat satu poin, membuang 11 poin. Kalau kalah lagi, akan lebih jauh jarak poinnya,” ujar Sadakati, kemarin.

Meski pelatih telah menurunkan target finish di lima besar, itu juga akan sulit diwujudkan jika tidak diimbangi dengan perolehan poin. Mengingat, klub-klub lain mulai berbenah dan perlahan membaik.

“Lima besar, sih, boleh saja menjadi target, tetapi harus realistis juga. Jangan sampai setelah turun dari tiga besar ke lima besar, nanti turun lagi. Jadi harus dipacu semangat para pemain untuk bisa mendulang hasil lebih baik ke depannya,” harapnya.

Kesulitan

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha sendiri telah mengakui, timnya kesulitan untuk menampilkan performa terbaik. Termasuk kala bertandang ke markas Borneo FC.

Menurutnya, tim asuhannya tidak bermain bagus secara konsisten. Artinya, konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

“Kami kesulitan bermain di level terbaik selama 90 menit. Kami tidak bisa bermain bagus secara konsiten. Saat melawan Malut dan Persib hal ini juga terjadi, lawan Borneo kami punya dua sampai tiga peluang gol, namun kami tidak menyelesaikan dengan baik,” kata dia.

Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu juga menyampaikan, evaluasi memang menjadi hal paling krusial untuk segera dituntaskan. Sebab jika tidak, dampaknya akan buruk untuk tim dan semua pihak yang terlibat dalam proyek musim ini.

“Evaluasi tentu penting, karena kami sudah kalah tiga kali berturut-turut. Ini tentu tidak bagus untuk semuanya, tidak bagus untuk pemain, tidak bagus untuk owner, tidak bagus untuk suporter, dan tidak bagus juga untuk pelatih,” tegasnya. (wid/zuk)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Mulai Tahap Pemulihan Ekonomi untuk 2 Juta UMKM Terdampak Banjir di Tiga Provinsi
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Pangan 2025
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Kebut 18 Proyek Hilirisasi, 6 Proyek Mulai Ground Breaking Mulai Januari 2026
• 15 jam laludisway.id
thumb
Rupiah Tertekan, Gejolak Global Pengaruhi Kurs di Tengah Krisis Venezuela‑AS
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BRI Kembali Raih Resertifikasi ISO 29119, Kukuhkan Posisi sebagai Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi TMMi Level 3
• 16 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.