BEKASI, KOMPAS.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi menerima panggilan tak biasa pada Senin (5/1/2026).
Alih-alih memadamkan api atau melakukan penyelamatan, petugas justru diminta membantu membujuk F (15) seorang remaja yang menolak disunat dan sempat kabur dari rumah.
“Pas kami datang ke rumahnya, anaknya kabur. Kami tunggu sampai dia datang lagi, akhirnya datang kembali, dan dibujuk oleh tim. Jadi usia sudah 15 tahun tapi takut disunat,” ujar Komandan Regu 1 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Musa Rosadih, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (6/1/2026).
Baca juga: Damkar Bekasi Turun Tangan Bujuk Remaja yang Ketakutan Disunat
Musa mengatakan, proses pendekatan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran lantaran F menangis histeris dan berusaha menghindar.
“Iya, betul (kejar-kejaran). Di video kelihatan kan anaknya nangis. Jadi si anak ini takut disunat,” kata Musa.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sunat, kabur dari rumah, Damkar bekasi, Remaja takut sunat, Bujuk sunat, remaja sunat&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8wOTQ2Mzg4MS9tb21lbi1kYW1rYXItYmVrYXNpLWtlamFyLXJlbWFqYS15YW5nLWthYnVyLWtldGFrdXRhbi1kaXN1bmF0&q=Momen Damkar Bekasi Kejar Remaja yang Kabur Ketakutan Disunat§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, sejumlah petugas damkar tampak kejar-kejaran dengan remaja yang sempat kabur karena takut disunat.
Remaja berusia 15 tahun itu terlihat berlari menghindari petugas sambil menangis dan terus menolak saat didekati.
Beberapa petugas damkar berusaha mengejarnya dengan langkah cepat, sesekali berhenti untuk membujuk agar remaja tersebut mau berhenti dan diajak berbicara.
Suasana tampak ramai dengan kehadiran warga sekitar yang turut menyaksikan kejadian tersebut.
Usai melakukan pendekatan beberapa waktu, F berhasil untuk dibujuk dan bersedia disunat di Kampung Bulak Temu, Kabupaten Bekasi
Permintaan bantuan tersebut, kata Musa, datang langsung dari orangtua F yang mengaku kewalahan menghadapi penolakan sang anak.
“Jadi anak itu tadinya mogok sekolah. Si orangtuanya kebingungan karena anak itu nakal, belum sunat. Jadi minta bantuan sama tim saya, Damkar Penyelamatan, untuk membujuk supaya anak itu mau disunat,” ujarnya.
Musa menjelaskan, F merupakan warga Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Ngidam Naik Mobil Damkar, Ibu Hamil Diajak Keliling Malam di Koja
Setelah sekitar satu jam melakukan pendekatan, Musa dan tim akhirnya berhasil meyakinkan F untuk menjalani sunat.
Remaja tersebut kemudian dibawa menggunakan armada Disdamkarmat menuju lokasi sunat di wilayah Desa Sukabumi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.
“Akhirnya dia mau kami bawa dengan armada yang sudah disiapkan ke lokasi di Kampung Bulak Temu, tempat Haji Amung. Alhamdulillah sekarang sudah selesai disunat,” ujar Musa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



