EtIndonesia. Pada 4 Januari 2026, Presiden Amerika, Serikat Donald Trump mengumumkan kabar besar yang langsung mengguncang geopolitik global. Dia menyatakan bahwa sejumlah perusahaan raksasa energi Amerika Serikat tengah bersiap masuk ke Venezuela untuk mengelola dan menambang minyak bumi negara tersebut.
Pernyataan ini segera memicu spekulasi luas. Jika investasi energi skala besar benar-benar direalisasikan, maka pengerahan militer Amerika Serikat dinilai hampir tak terelakkan untuk melindungi aset strategis tersebut. Namun, para analis menilai bahwa target Washington kemungkinan jauh melampaui sekadar minyak.
Venezuela Disebut “Halaman Belakang” Elite PKT
Ekonom Tiongkok Wu Jialong mengungkap informasi mengejutkan dalam program Critical Moment. Menurutnya, Venezuela selama beberapa tahun terakhir telah menjadi “halaman belakang” baru bagi elite tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menyembunyikan kekayaan dan kepentingan keluarga.
Wu menjelaskan bahwa penyimpanan aset di Swiss, Australia, maupun Amerika Serikat kini semakin mudah dilacak oleh sistem keuangan global. Karena itu, elite PKT diduga memindahkan aset luar negeri dalam jumlah besar ke Venezuela, termasuk menempatkan anggota keluarga—bahkan anak-anak hasil hubungan gelap—di negara tersebut.Dia juga menyebut beredarnya rumor sensitif mengenai keberadaan anak di luar nikah Xi Jinping di Venezuela, meski hingga kini belum ada konfirmasi independen.
Jika analisis ini benar, maka langkah Trump bukan sekadar penangkapan terhadap Nicolás Maduro, melainkan serangan langsung ke pusat kepentingan elite PKT, mencakup harta, jaringan keuangan, hingga keselamatan keluarga mereka. Artinya, jalur pelarian terakhir elite PKT berpotensi terputus total.
Iran Bergejolak, Khamenei Siapkan “Rencana B”
Dampak penangkapan Maduro tidak hanya mengguncang Beijing, tetapi juga menimbulkan kepanikan serius di Teheran. Sosok yang disebut paling terancam berikutnya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Memasuki awal Januari 2026, gelombang perlawanan domestik di Iran kian tak terbendung. Berbagai video yang beredar menunjukkan eskalasi tajam: para demonstran tidak lagi sekadar melempar batu, tetapi membawa senapan, bahkan di beberapa kota melucuti senjata aparat keamanan.
Harian The Times pada 5 Januari 2026 melaporkan, mengutip sumber intelijen Barat, bahwa Khamenei telah menyiapkan “Rencana B”. Jika situasi benar-benar di luar kendali, dia disebut akan melarikan diri ke Moskow, membawa lebih dari 20 orang kepercayaan dan anggota keluarga, serta dana rampasan senilai sekitar 95 miliar dolar AS.
Israel Siaga, Operasi “Mesin Besi” Disetujui
Pada saat bersamaan, akun militer dan geopolitik internasional AXE, yang memiliki puluhan ribu pengikut, mengungkap perkembangan penting di Timur Tengah. AXE melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghabiskan malam sebelumnya dalam rapat keamanan intensif.
Tak lama kemudian, menurut sumber yang sama, Kabinet Keamanan Israel telah menyetujui sebuah rencana operasi militer dengan sandi “Mesin Besi”. Meski belum ada konfirmasi resmi, sejumlah sumber intelijen menyebut bahwa sekitar 10 pesawat angkut strategis AS tengah membawa perlengkapan khusus dan terus berdatangan ke kawasan Timur Tengah.
Para analis menilai, “api Iran” kini berada di ambang ledakan penuh.
6 Januari 2026: Sidang Perdana Maduro di New York
Namun, puncak drama global diperkirakan terjadi pada 6 Januari 2026 di New York. Pada hari tersebut, Nicolás Maduro dijadwalkan menjalani sidang perdana di Pengadilan Federal Distrik Selatan New York.
Begitu proses hukum dimulai, konstelasi politik internasional diyakini akan berubah drastis. Banyak pihak memahami satu hal mendasar: bagi politikus yang ditangkap, ancaman terbesar bukanlah penjara, melainkan momen ketika dia mulai membuka rahasia demi menyelamatkan dirinya.
Rahasia Gelap PKT yang Diduga Dipegang Maduro
Menurut analisis AXE, Maduro menyimpan berbagai rahasia sensitif terkait elite PKT, di antaranya:
- Selisih transaksi minyak yang dialirkan melalui jalur bawah tanah, dengan pembayaran dalam RMB, lalu berujung menjadi simpanan elite PKT di Hong Kong dan luar negeri.
- Operasi kapal-kapal “hantu” dengan GPS dimatikan: mekanisme bongkar muat minyak di tengah laut serta besaran “uang perlindungan” yang dibayarkan perantara Tiongkok kepada para jenderal Venezuela.
- Proyek infrastruktur mangkrak yang diduga digunakan sebagai skema pemindahan dana negara dari “tangan kiri ke tangan kanan”.
Jika Maduro membuka seluruh informasi ini di pengadilan, Trump akan memperoleh amunisi hukum untuk memperluas sanksi, bahkan mendorong penuntutan pidana lintas negara. AXE menilai, bank-bank Tiongkok yang terlibat pencucian uang berisiko dikeluarkan dari sistem dolar global, sebuah langkah yang dapat mengguncang fondasi keuangan internasional.
Kesimpulan sementara: Rangkaian peristiwa sejak 4 hingga 6 Januari 2026 menunjukkan bahwa dunia tengah memasuki fase konfrontasi geopolitik baru, di mana minyak, uang gelap, rahasia politik, dan pengadilan internasional bertemu dalam satu titik krisis yang berpotensi mengubah tatanan global.



