JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengatakan partainya tidak akan meninggalkan komitmen politik yang sudah disepakati dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Syaiful dalam Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (7/1/2026), usai Presiden Prabowo mengatakan PKB "harus diawasi terus."
“Ketika PKB sudah menjatuhkan pilihan koalisi politik dalam sepanjang sejarah, kami tidak pernah goyah, kami tidak pernah meninggalkan komitmen politik itu,” katanya.
Dia menuturkan, rekam jejak atau track record kesetiaan PKB terhadap komitmen politik, sudah teruji saat mendukung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Prabowo Minta PKB Diawasi, Adi Prayitno: Ini Semacam Kode Keras
“Mulai sejak Pak SBY 10 tahun, Pak Jokowi 10 tahun dan track record kita memang di situ, begitu PKB menentukan sikap politik di bawah kepemimpinan Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar), tidak punya pilihan ganda,” ucap Syaiful.
“Begitu kami menjatuhkan pilihan koalisi menjadi bagian dari pemerintah, saat itu pula PKB komit dan sudah teruji dalam perjalanan sejarah.”
Sebelumnya, Presiden Prabowo memberikan penekanan agar PKB terus diawasi untuk menjaga soliditas koalisi pendukung pemerintahan.
“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai semua ada di semua ya? Ada? Ketua PKB ada? PKB yang harus diawasi terus ini,” ucap Prabowo dalam retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo tersebut, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebutnya sebagai bentuk candaan.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- prabowo
- prabowo minta pkb diawasi
- pkb
- syaiful huda
- muhaimin iskandar





