Peran Ikhsan Ramdan, Nahkoda Investment Banking BNI Sekuritas

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Selalu ada kerja kolektif yang solid di belakang layar meliputi kalkulasi, pengambilan keputusan, aksi negosiasi, hingga eksekusi yang presisi.

Peran Ikhsan Ramdan, Nahkoda Investment Banking BNI Sekuritas (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel – Dalam ruang lingkup keuangan, utamanya pada sektor investment banking, setiap transaksi besar tidak pernah bergantung hanya pada satu orang saja. 

Selalu ada kerja kolektif yang solid di belakang layar meliputi kalkulasi, pengambilan keputusan, aksi negosiasi, hingga eksekusi yang presisi.

Baca Juga:
Prabowo Sebut MBG Sudah Jangkau 55 Juta Penerima di Awal 2026

Di tengah dinamika itu, sosok SEVP Investment Banking BNI Sekuritas, Ikhsan Ramdan menempatkan dirinya sebagai nahkoda yang memimpin bukan dengan instruksi keras, melainkan dengan nilai-nilai.

Ikhsan memulai karier sebagai software engineer, sempat mencicipi industri perbankan, berkarya di pasar modal, lalu merasakan atmosfer startup, dan akhirnya kembali pada dunia yang menurutnya paling menantang sekaligus punya banyak peluang yakni sektor investment banking.

Baca Juga:
Dugaan Penggelapan Dana Haji Furoda, Kemenhaj Panggil Pihak Travel

“Di sini pekerjaan kami berhubungan dengan multi industri, kemudian berhubungan dengan regulator, dengan klien, juga berhubungan dengan internal stakeholders,” kata Ikhsan saat sesi wawancara khusus dengan IDXChannel pada Rabu (26/11/2025).

Tiga Pilar Sang Nahkoda dalam Meracik Tim Hebat

Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik Konstruktif dari Masyarakat

Pengalaman lintas industri membuat Ikhsan memahami bahwa tim yang solid merupakan kunci dari keberhasilan transaksi. Dalam hal ini, sang nahkoda punya tiga pilar utama untuk mewujudkan dream team-nya.

Pilar pertama adalah kolaboratif. Baginya, transaksi besar tak pernah lahir dari satu nama, tapi dari solidnya tim. Di ruang lingkup yang ia pimpin terdapat dua tim, yakni tim Advisory/M&A dan tim Capital Markets. Keduanya ditempa untuk bekerja lintas peran.

Baca Juga:
Produksi Jagung 2025 Naik 6,44 Persen, Tembus 16,11 Juta Ton hingga Desember 2025

Ikhsan menyebut, kolaborasi antara senior dan junior juga menjadi inti dari eksekusi yang sukses. Kolaborasi tersebut juga dimaksudkan untuk menciptakan kesan kepada para junior bahwa bekerja di tim bukan sekadar mengeksekusi transaksi. 

Melainkan tumbuh di dalam ekosistem yang memungkinkan pembelajaran terjadi.

“Jadi, dengan kolaboratif ini, kami yakin bahwa tim ini merupakan the best investment banking tim yang ada di Indonesia,” ujar Ikhsan.

Kemudian, pilar kedua adalah transparansi. Dalam hal ini, Ikhsan terbuka pada setiap staf. Di mana semua orang dapat memperoleh akses yang sama terhadap informasi dan kesempatan belajar. Karena itu, dialog menjadi fondasi budaya kerja yang ia bangun. Ikhsan tak jarang meluangkan waktunya untuk melakukan one-on-one dengan jajaran staff-nya, menciptakan ruang aman untuk bertukar pandangan, menimbang beban kerja, dan mendiskusikan aspirasi.

Lalu, pilar andalan yang ketiga yakni integritas. Dalam pekerjaan, ia memahami bahwa kemampuan teknis sangat penting. Namun, ia juga percaya bahwa keterampilan bisa dipelajari, sedangkan karakter adalah fondasi yang harus sudah ada sejak awal.

Sebagai pemimpin, Ikhsan turut serta menilai bagaimana seseorang berkomunikasi, bagaimana mereka bekerja dengan orang lain, seberapa besar kemauan belajar yang mereka miliki, dan apakah mereka cukup transparan untuk mengatakan apa adanya.

“Jadi tiga (pilar) itu adalah yang terpenting bagi tim kami,” tutur Ikhsan.

Ketika ditanya soal pencapaian paling berkesan selama lebih dari satu tahun berkarya di BNI Sekuritas, ada satu momen yang menurutnya menjadi milestone-nya selama berkarir di BNI Sekuritas yaitu membawa PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Investornya banyak, tidak hanya institutional, tapi juga retail, dan kemudian juga ini merupakan sektor yang penting. Mudah-mudahan dengan adanya dana IPO masuk bisa berdampak ke perusahaan tersebut, dan mereka bisa menciptakan nilai ekonomi yang besar bagi Indonesia,” tutur Ikhsan.

Sebagai salah satu pemimpin di perusahaan, Ikhsan menilai keseimbangan menjadi salah satu syarat untuk mampu memimpin. Ia tahu betul bahwa keputusan besar di sektor investment banking tidak bisa lahir dari kepala yang lelah atau tubuh yang rapuh. Maka, akal sehat dan jiwa yang kuat selalu menjadi motto-nya.

Motto itu juga ia adaptasikan menjadi budaya bersama. Di BNI Sekuritas, kebiasaan sehat mulai hidup sebagai bagian dari kultur tim. Ekstrakurikuler, yang biasa dikenal sebagai kegiatan selepas jam sekolah juga menjadi rutin dilakukan oleh Ikhsan dan timnya, seperti tenis yang perlahan bergeser ke padel, sesekali golf di akhir pekan. 

Selain itu, Ikhsan juga menerapkan kegiatan rutin yang ia lakukan untuk juga dilakukan bersama dengan tim-nya yakni aktivitas berlari yang dilaksanakan setiap Rabu. Bagi Ikhsan, aktivitas-aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi wadah relaksasi, persahabatan, dan pelepas stres profesional. Tak hanya aktivitas fisik, sesi berbagi atau sharing session turut rutin digelar, seminggu sekali atau dua minggu sekali. Para senior berbagi wawasan, dan junior diberi ruang bertanya. Tidak ada senioritas yang menghalangi pembelajaran.

“Mereka mesti tahu bahwa di BNI sekuritas itu, kita bukan hanya bekerja, tetapi juga memperoleh wawasan tambahan. Setiap individu harus baik dalam networking dan membangun hubungan, tetapi pada saat yang sama juga kuat secara teknis,” kata Ikhsan.

Navigasi Pasar: Tren Transaksi Sepanjang Tahun 2025 dan Tahun 2026 Mendatang

Di sepanjang tahun 2025 ini, Ikhsan melihat bahwa sektor kesehatan, telekomunikasi dan konsumer menjadi yang paling meramaikan pasar. Tiga sektor tersebut, menurutnya, tidak sekadar kuat, namun konsisten.  Ikhsan meramalkan bahwa ketiga sektor tersebut akan tetap menjadi yang meramaikan pasar.

Tak hanya itu, pembiayaan hijau dan berkelanjutan atau green financing juga diproyeksi akan banyak diminati di tahun depan. Dalam hal ini, Ikhsan memandang green financing bukan sekadar fenomena musiman, melainkan pergeseran tren yang akan membentuk generasi berikutnya.

“Kami melakukan semacam sosialisasi, kenapa itu (green financing) penting, dan apa langkah-langkah yang harus dilakukan. Kami sosialisasikan ke beberapa perusahaan yang bermain di sektor itu, ataupun perusahaan yang mau melakukan transisi. Jadi, kita jelaskan bahwa investor is there,” ujar Ikhsan.

Adapun, edukasi yang diberikan bukan hanya dari sisi prosedur, tetapi juga manfaat, yakni good for the company image, good for the environment. “We are ready to help,” tutur Ikhsan menegaskan bahwa BNI Sekuritas menyediakan pendampingan total bagi klien dalam proses advisory ESG hingga ke tahap eksekusi transaksi. 

Bagi BNI Sekuritas, tujuan utama bukan hanya kesepakatan atau deal, tetapi value bagi klien. Kepuasan klien juga menjadi indikator kinerja yang diperhatikan secara mendalam.

“Jadi bagaimana kita berhubungan dengan klien, bagaimana kita mengerti sebenarnya klien ini ujungnya mau ke mana, what's the grand strategy. Kita harus pastikan bahwa klien itu puas,” ujar Ikhsan.

Punya Visi Bawa BNI Sekuritas Jadi Yang Paling Disegani

Di balik setiap langkah dan manuver yang dilakukannya, Ikhsan punya visi untuk menjadikan investment banking BNI Sekuritas menjadi yang paling disegani dari Indonesia. Dalam mencapainya, ia menekankan untuk menjadi lebih baik setiap hari. 

Lebih baik dalam hal ini adalah bukan sekadar melakukan transaksi sebanyak mungkin, melainkan menghasilkan transaksi yang bermakna, yang memberi nilai tambah bagi klien, bagi negara, dan bagi pasar modal Indonesia. 

“Jadi itu adalah apa yang selalu akan kami lakukan,” ucap Ikhsan. Adapun, pesannya bagi para generasi muda yang ingin berkarir di sektor investment banking maupun pasar modal yaitu, teknis adalah fondasi utama namun bukan segalanya. Jaringan atau network turut menjadi kunci, dan yang tak kalah penting adalah sikap atau attitude. Mulai dengan bekerja keras dan membangun attitude yang baik. Lalu perlahan, pengalaman akan datang, kepercayaan akan menyusul, dan jaringan akan berkembang dengan sendirinya.

“Kemampuan teknis di perbankan investasi itu wajib, mulai dari memahami laporan keuangan hingga membuat proyeksi dengan tepat. Itu fondasi yang harus dimiliki. Namun pada akhirnya, faktor yang benar-benar membedakan seseorang adalah attitude,” ujar Ikhsan.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Windah Basudara dan Perjuangannya Jadi Youtuber Gaming Paling Populer
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenko PM Tegaskan Orkestrasi Filantropi untuk Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Kumpulan Status FB yang Mengundang Banyak Komentar dan Interaksi
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Warga Tolak Eksekusi Rumah di Bekasi, Sebut Telah Beli Secara Sah dari Pengembang
• 57 menit lalukompas.tv
thumb
Bahlil Lapor Prabowo Target Lifting Minyak 605.000 Barel pada 2025 Tercapai
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.