Masjid Al Huda di Wonosari, Gunungkidul telanjur dibongkar usai pengurus masjid terbuai janji pembangunan dari donatur. Donatur tersebut kini telah menghilang.
Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Gari, Budi Antoro, menceritakan awal mula kejadian tersebut. Ia mengatakan pada November ada dua orang pria yang masing-masing berasal dari Gari dan Ngawen mengkonfirmasi pengurus masjid terkait adanya pembangunan masjid.
Selanjutnya, kedua orang tersebut menemui sesepuh dan takmir masjid tersebut dengan tujuan ingin membantu pembangunan masjid sampai 99%. "Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November," katanya dilansir detikJogja, Senin (5/1/2026).
Setelah pembongkaran itu, tidak ada lagi tindak lanjut dari kedua orang tersebut. Bahkan, tidak ada dana yang masuk untuk keperluan pembangunan Masjid Al Huda.
"Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, pengurus Masjid Al Huda bisa berkomunikasi dengan yayasan. Hasilnya, pihak yayasan mengaku belum bisa menjadi donatur karena untuk memutuskannya memerlukan persetujuan dari pimpinan yayasan.
Semua itu, lanjut Budi, membuat 320 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 850 jiwa beribadah di musala-musala kecil. Mengingat di Pedukuhan Gari hanya memiliki satu masjid saja. "Karena posisi masjid sekarang rata dengan tanah," katanya.
Baca berita selengkapnya di sini.
(rdp/imk)




