tvOnenews.com - Dominasi Marc Marquez pada MotoGP 2025 mendapat sorotan luas, termasuk dari Chicho Lorenzo, ayah Jorge Lorenzo.
Chicho Lorenzo bahkan menyebut akalau pengaruh MArc Marquez sangat besar bagi kejuaraan MotoGP di musim lalu.
Menurut Chicho Lorenzo, peran Marc Marquez di MotoGP saat ini tak terbantahkan, bahkan membuat para rivalnya merasa nyaman dengan dominasinya.
- Instagram/Ducaticorse
Di usia 32 tahun, Marquez mencatat sejarah sebagai pembalap tertua yang meraih gelar kelas utama era modern bersama Ducati.
Musim lalu, The Baby Alien mengoleksi 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan Sprint untuk mengamankan titel juara dunia.
Gelar tersebut menjadi gelar MotoGP ketujuh dan kesembilan sepanjang karier Grand Prix-nya, sekaligus menyamai pencapaian Valentino Rossi.
Kesuksesan itu menandai puncak comeback Marquez setelah cedera lengan serius yang sempat mengancam kariernya pada 2020.
Musim 2025 juga terasa istimewa karena beriringan dengan peningkatan jumlah penonton di sirkuit dan ketertarikan global terhadap MotoGP.
Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Chicho Lorenzo menyebut kreativitas Marquez sebagai faktor pembeda yang jarang dimiliki pembalap lain.
“Pentingnya Marc Marquez dalam olahraga ini saat ini tidak perlu diragukan lagi; semuanya berputar di sekelilingnya,” katanya.
- Instagram/Marc Marquez
“Bahkan para rivalnya pun merasa nyaman karena Marc mulai menang lagi dengan begitu dominan karena antisipasi yang telah ia ciptakan, bahkan di antara mereka yang tidak mengikuti olahraga ini.” tambahnya.
“Hal ini telah membuat MotoGP lebih penting secara global. MotoGP telah menarik lebih banyak perhatian dan lebih banyak sponsor yang ingin memasuki sirkus ini.” lanjut Chicho.
Chicho juga menilai gaya balap Marquez sulit diklasifikasikan secara teknis dibanding pembalap lain seperti Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo.
“Secara teknis, Marquez tidak dapat diklasifikasikan, karena ia tidak halus, repetitif, atau seperti robot seperti Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo, tetapi kreativitasnya tidak terbatas dan ia selalu berhasil mencetak waktu yang luar biasa.” terang Chicho Lorenzo.
“Selain itu, ia suka bermain dengan batas kemampuan, dan itu adalah sesuatu yang dibenci oleh banyak pembalap.” ujarnya.


