Aktor lawas Diding Boneng membenarkan perihal sakit pernapasan yang ia idap. Sakit itu sudah lama dirasakan oleh aktor 75 tahun tersebut.
Diding Boneng mengatakan sakit itu memang sering kambuh saat ia merasa sangat kelelahan.
"Saya sebenarnya sakitnya sudah tiga tahun, bukan baru. Apalagi dengan peristiwa kayak gini rumah saya (direnovasi). Nah, kemarin ketika saya diwawancara, sesak saya timbul, datang gitu loh, kambuhan," kata Diding di kawasan Matraman, Jakarta Timur, belum lama ini.
Diding Boneng menduga penyakitnya itu dipicu dari kerasnya proses syuting film horor yang ia jalani beberapa tahun lalu. Panjangnya proses syuting mau tak mau membuatnya harus terjaga hingga tengah malam.
Hal itu tak lain karena proses pengambilan gambar untuk film horor tersebut sebagai besar dilakukan di malam hari.
"Saya sakit sebenarnya karena film juga, beneran. Film horor, 80 persen adegan malam," tutur Diding.
Diding Boneng soal Pemicu PenyakitnyaTak hanya panjangnya proses syuting, penggunaan alat smoke gun saat itu dicurigainya jadi pemicu bagi kondisi kesehatannya yang perlahan menurun.
"Hampir setiap scene itu pakai asap, pakai smoke gun. Smoke gun-nya gila-gilaan, empat smoke gun dipakai beneran kalau sudah kerja," ucap Diding.
"Jadi setiap hari boleh dibilang hampir setiap malam saya syuting, itu bergaul sama asap-asap itu loh. Nah, itu yang saya pikir kehisap sama saya karena saya satu judul 40 hari syuting siang malam," sambungnya.
Diding mengaku di tengah proses syuting berjalan ia jatuh sakit. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Bersyukur kondisi itu tak berlangsung lama sehingga ia bisa merampungkan proses syuting.
"Akhirnya saya sakit di sana, tiga hari saya masuk rumah sakit Jogja. Tiga hari kemudian saya diizinin pulang dan diizinin saya syuting lagi," kata Diding.
"Baru dua minggu di Jakarta saya sakit sampai hari ini. Saya kasih tahu aja, saya enggak tahu maaf ya Pak Produser, enggak salah film, yang salah saya. Jadi jangan marah ya sama saya," tutupnya.




