Di awal tahun baru, Amerika Serikat berhasil menangkap hidup-hidup Nicolás Maduro, sebuah peristiwa yang mengguncang dunia. Sejumlah analis media Amerika menilai bahwa target sebenarnya Trump dalam menyerang Maduro adalah Partai Komunis Tiongkok (PKT), sehingga menarik perhatian luas.
EtIndonesia. Pembawa acara program Fine Point with Chanel Rion di media konservatif Amerika OAN, Chanel Rion, pada Oktober tahun lalu pernah menyampaikan analisis terkait langkah Amerika Serikat terhadap rezim Maduro di Venezuela.
Cuplikan komentarnya kembali beredar luas di internet. Rion menyatakan bahwa Trump sebenarnya melancarkan “perang bayangan” terhadap Beijing, yang menargetkan tata letak dan pengaruh PKT di Venezuela selama bertahun-tahun. Ia menyebut Trump sebagai “satu-satunya presiden yang benar-benar menghantam titik paling menyakitkan PKT”.
Analisis tersebut menyebutkan bahwa Venezuela adalah agen garis depan PKT dalam menghadapi Amerika Serikat, sekaligus contoh klasik dari permainan energi yang bersifat predator.
“Sejak 2007, Venezuela telah berhutang lebih dari 60 miliar dolar AS kepada Beijing. Bagaimana mereka membayar hutang itu? Anda benar—dengan minyak. Akibat sanksi, ekonomi Venezuela lumpuh, dan satu-satunya negara yang mampu memberi dukungan nyata adalah Beijing, karena mereka adalah pembeli utama. Hal ini memaksa Venezuela menjual minyak dengan harga sangat rendah, yang berarti mereka akan terus berutang kepada Beijing,” kata Rion.
“Ini adalah inti dari keseluruhan permainan, dan begitulah cara PKT beroperasi. Pada Mei 2025, dalam Forum Tiongkok–Amerika Latin, Beijing kembali memberikan investasi minyak baru senilai 1 miliar dolar AS kepada Venezuela, memperkuat posisi Venezuela sebagai garis depan perang bayangan AS–Tiongkok.”
“Namun kepentingan PKT di Venezuela jauh melampaui minyak murah dan ekonomi. Perusahaan-perusahaan Tiongkok terlibat jauh dalam modernisasi pelabuhan dan infrastruktur telekomunikasi Venezuela. Jika Anda mengira PKT melakukan sesuatu tanpa tujuan ‘sipil-militer ganda’, itu terlalu naif.”
Analisis itu juga menyebut bahwa Trump sedang menyatakan perang terhadap aset paling berharga PKT: Iran, Venezuela, dan Gaza.
“Trump telah menciptakan situasi ‘tiga banding nol’ melawan PKT—dan inilah poin yang diabaikan banyak orang. PKT pernah memiliki investasi besar di Iran, dan Trump menghantam mereka; PKT pernah memiliki kepentingan besar di Gaza, dan Trump membangun semacam sekat keamanan regional; PKT secara langsung mengendalikan Venezuela selama dua puluh tahun, dan kini Trump campur tangan secara besar-besaran, sementara PKT untuk ketiga kalinya berada di posisi kalah.”
Video tersebut telah ditonton sekitar 2 juta kali di platform X dan mendapat ribuan komentar. Banyak warganet menyatakan setuju dengan analisis Rion, dengan komentar seperti: “Analisis terbaik tentang geopolitik saat ini”, “Sangat tepat sasaran”, dan “100% benar. Kapal perang PKT telah bertahun-tahun berlabuh di lepas pantai Venezuela.”
Komentar lain berbunyi: “Ini sangat penting, Chanel! Kamu benar sekali—orang-orang mengabaikan papan catur global di balik ini. Setiap langkah saling terhubung, dan Venezuela adalah titik tekanan dalam jaringan bayangan PKT. Badai ini bukan bersifat lokal, melainkan strategis.”
Chanel Rion sendiri juga menanggapi dengan membandingkan investasi PKT dan Rusia di Venezuela: “Investasi Rusia = 17 miliar dolar AS, pinjaman PKT = 62 miliar dolar AS. Dan Rusia pun harus mendengarkan PKT.”
Pada 4 Januari, Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan kepada Fox News bahwa PKT secara agresif memperluas pengaruhnya di Amerika Selatan, dan Presiden Trump serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio terus secara aktif melawan tindakan tersebut.
“Apa yang Anda lihat adalah Tiongkok memperoleh minyak murah, masuk dan menguasai lokasi-lokasi geografis strategis, termasuk pelabuhan, jalur kereta api, dan pasokan pangan. Semua ini terjadi langsung di belahan bumi barat kita, khususnya di Amerika Tengah dan Selatan. Itulah sebabnya—dan juga karena banyak alasan lain—ini menjadi isu keamanan nasional yang sangat krusial,” ujarnya.
Beberapa jam sebelum penangkapan Maduro, utusan khusus PKT masih bertemu dengan Maduro di Venezuela. Dunia luar menilai langkah ini sebagai upaya PKT untuk “menyemangati” Maduro yang tengah berada di bawah tekanan besar Amerika Serikat.
Saat ini beredar luas kabar bahwa penangkapan Maduro telah membuat Xi Jinping berada dalam kondisi ketakutan ekstrem. Pengusaha asal Shanghai, Hu Liren, pada 4 Januari menulis di X bahwa ada informasi dari Beijing yang menyebut Xi Jinping mulai semakin memperketat sistem perlindungan pribadinya. Basis-basis militer di sekitar Beijing dilaporkan mengalami pergerakan pasukan dengan frekuensi tinggi, dan banyak sistem bunker bawah tanah di sekitar Beijing diperkirakan mulai diaktifkan. (Hui)
Laporan terjemahan oleh reporter Jin Jing / Lin Qing




