FAJAR.CO.ID,MAKASAR — Hasil seleksi kepala sekolah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah rampung. Itu dikonfirmasi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu.
Dia mengatakan semua tahapan sudah berlangsung. Mulai dari pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom) bagi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
Lalu, kapan pengumumannya? Kamelia mengatakan masih menunggu jadwal dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
“Tergantung pak wali (kapan mau diumumkan),” kata Kamelia saat dikonfirmasi fajar.co.id, Selasa (6/1/2026).
Diketahui ada 500 peserta yang mengikuti Ujian Kompetensi (Ukom) di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kemudian dilakukan seleksi lanjutan hingga 394 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan wawancara.
“Proses seleksi kepala sekolah ini sesuai dengan regulasi dari BKN. Tahapan awalnya adalah Uji Kompetensi yang dilaksanakan langsung di BKN,” ujar Kamelia.
Hasil Ukom itu sudah ada dan bisa diketahui langsung oleh masing-masing peserta. Hasilnya bersifat rahasia karena kompetensi seseorang tidak perlu diumbar secara terbuka.
Setelah lolos Ukom, para peserta kembali diseleksi berdasarkan sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan serta ketentuan dari kementerian terkait. Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan tersebut kemudian berhak mengikuti tahapan wawancara.
“Setelah Ukom, ada persyaratan dari Dinas Pendidikan, persyaratan kementerian, dan lainnya. Itu semua diseleksi kembali oleh Dinas Pendidikan untuk menentukan siapa yang masuk ke tahap wawancara,” tambah Kamelia.
Di tahapan wawancara, setiap peserta dinilai secara menyeluruh. Penilaian dilakukan dengan pemberian skor berdasarkan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dikatakan, dari hasil wawancara, ada nilai-nilai yang kita berikan kepada seluruh peserta. Semua dinilai secara objektif.
Kamelia berharap, hasil rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Wali Kota Makassar dapat menjadi dasar untuk memperkuat kualitas dunia pendidikan di Kota Makassar.
Dia mengatakan, sedianya pengumuman dilakukan di Januari. Namun belum bisa dipastikan.
“Kalau jadwal, awal Januari sudah ada penetapan, supaya dunia pendidikan bisa berjalan lebih baik lagi,” ungkapnya.
(Arya/Fajar)




