FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar retret kabinet untuk menteri dan wakil menteri (wamen). Berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Ini kali keduanya diadakan retret. Setelah sebelumnya dilakukan pada 2025.
Retret ini menuai pro kontra. Tak sedikit yang menanyakan tujuan retret tersebut.
“Pertimbangan saya kumpulkan adalah, pertama, untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu,” kata Prabowo saat retret, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, Prabowo mengungkapkan tujuannya untuk melihat posisi Indonesia. Di tengah kondisi dunia yang tengah bergejolak.
“Selanjutnya kita memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia, dan selanjutnya kita melihat ke depan tahun ini langkah langkah apa yang harus kita laksanakan, sasaran apa yang harus kita capai,” ujarnya.
Di tengah gejolak itu, dia mengungkapkan Indonesia punya kekuatan. Dia pun meminta hadirin yang memangku kebijakan untuk membuktikannya.
“Jadi, Saudara-saudara, kita hadapi itu dan dengan kita hadapi itu kita memahami benar bahwa sesungguhnya negara kita memiliki kekuatan dan negara kita telah mampu dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat kita, dan diri kita sendiri,” ucapnya.
Selain menteri dan wamen, dikutip dari Radar Bogor, para petugas gabungan baik Polisi, TNI, PM dan lainnya juga terlihat melakukan penjagaan di Padepokan Garudayaksa sebelum pelaksanaan retret dimulai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, retret diikuti seluruh anggota kabinet mulai dari menteri, wakil menteri, kepala lembaga, penasihat presiden, utusan khusus, hingga staf khusus presiden.
Dalam kegiatan retret kali ini, para peserta menggunakan dress code khusus memakai seragam berwarna khaki.
Pada retret kedua di Padepokan Garudayaksa ini, sebagian menteri akan menyampaikan presentasi kegiatan pada tahun 2026.
(Arya/Fajar)



