Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan masih ada sejumlah wilayah di Aceh yang rawan terdampak banjir dan longsor susulan. Wilayah-wilayah rawan itu telah dipetakan.
Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari (Aam), mengatakan daerah rawan longsor susulan biasanya berada di wilayah tengah. Kontur wilayah perbukitan menjadi salah satu penyebabnya.
"Kalau untuk longsor itu di daerah Tengah: Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues, di jalan penghubung antara tiga kabupaten ini. Karena ini merupakan daerah ketinggian, kontur perbukitan, kelerengan, maka ini sangat rentan dengan longsor susulan," kata Aam dalam jumpa pers, Selasa (6/1).
Salah satu contohnya, Aam mengungkapkan, longsor susulan terjadi di jalan penghubung Blangkejeren-Aceh Tengah pada 3-4 Januari kemarin.
Saat ini, proses pembersihan longsor tengah dilakukan. Targetnya, jalan ini baru bisa kembali dilalui pada 11 Januari mendatang.
Sementara, menurut Aam, banjir susulan rawan terjadi pada daerah pesisir. Hal tersebut diakibatkan terjadinya pendangkalan sungai imbas banjir bandang beberapa waktu lalu.
"Sedangkan kalau di daerah pesisir: Bireuen, Aceh Timur, kemudian Aceh Utara, ini cukup rentan dengan banjir atau luapan sungai akibat hujan," ungkap Aam.
"Jadi masih ada, masih harus ada kewaspadaan yang terus kita tingkatkan. Untuk titik-titik yang menjadi sumber luapan tentu saja bisa kita minimalisasi, kita mitigasi dengan upaya normalisasi," sambung dia.
Untuk meminimalisir potensi longsor susulan, Aam menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mencegah terjadinya hujan deras.



