REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Dr H Serian Wijatno angkat suara menanggapi pembatalan dan pencoretan merek Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) oleh Kementerian Hukum.
Kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa (6/1/2026), Serian, mengatakan penegasan Kementerian Hukum terkait pembatalan dan pencoretan merek 'Persaudaraan' Islam Tionghoa Indonesia (PITI) itu sudah jelas bahwa PITI Persatuan adalah PITI yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Cap Diktator Hanya Dalih, Ini 11 Pemimpin Dunia yang Digulingkan AS: Ada yang Muslim
- Iran Balas Ancaman Trump Jika Campur Tangan Demonstrasi Seperti Maduro: Siap Hadapi Perang
- Kapal Perang Saudi Dikerahkan Menuju Laut Arab, Perang Besar Segera Meletus?
Dia mengatakan, karena hal tersebut merupakan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan menjadi kewajiban Kemenkum dalam hal ini DJKI dalam menjaga ketertiban hukum di bidang merek. “Artinya ini sudah inkracht ya,” kata dia.
Dengan dasar hukum itulah, Serian berharap kepada saudara-saudara di PITI Persaudaraan mari sudahi konflik.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kalau mau bersatu mari kita bersatu dan sama-sama memperjuangkan dakwah Islamiyah dalam satu wadah organisasi,” kata dia.
Dia mengajak menatap ke depan membangun organisasi yang bermanfaat bagi umat.
“Bukankah Islam melarang kita untuk berpecah belah? Saatnya tokoh-tokoh Muslim Tionghoa menunjukan suri teladan,” ujar dia.



