SITARO, KOMPAS.TV - Bupati Kepulauan Sitaro, Cynthia Kalangit mengungkapkan, kondisi warga yang mengungsi usai terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di daerah tersebut pada Senin (5/1/2026) dini hari, butuh tambahan bantuan sandang.
Ia mengatakan, untuk kebutuhan pangan sudah tercukupi, tetapi untuk kebutuhan sandang masih perlu tambahan lagi.
"(Pangan) sudah ter-cover. Tinggal pakaian, mungkin pakaian bekas yang bisa ditambahkan lagi," ujarnya di Sitaro, Sulawesi Utara, Selasa (6/01/2026) malam, dalam program Kompas Malam KompasTV.
Ia mengatakan, para warga terdampak banjir bandang hanya membawa baju di badan ketika lari menyelamatkan diri.
"Kalau saat ini memang mereka, karena mereka lari dengan baju di badan, jadi memang kebutuhan pakaian yang mereka butuhkan, apalagi anak-anak, orang tua," ucapnya.
Sampai saat ini, ia mengungkapkan, para warga terdampak banjir bandang mengungsi di titik pengungsian atau rumah keluarga.
"Lokasi untuk titik pengungsi ada dua tempat, dan ada lain beberapa korban yang menginap di rumah keluarga," tuturnya.
Baca Juga: Update BNPB: Korban Meninggal akibat Banjir di Kepulauan Sitaro Menjadi 16 Orang
Ia mengatakan titik pengungsian di antaranya ada di Gedung Museum Ulu Siau dan Gedung Bethabara Paseng. Ia menyebut beberapa warga juga mengungsi di Gereja Advent.
Cynthia menyebut di setiap titik pengungsian sudah disediakan tenaga kesehatan. Ia juga mengungkap ada beberapa korban luka yang masih dirawat.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- banjir
- banjir bandang
- sitaro
- banjir bandang sitaro
- banjir sitaro
- bupati sitaro





