Benarkah Tanah Jakarta Turun 4,5 Meter dalam 46 Tahun? Ini Penjelasan Ahli

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tugu setinggi 4,5 meter yang berdiri di Jembatan Kali Besar, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, kerap menarik perhatian pengunjung.

Tugu tersebut bukan sekadar ornamen kota, melainkan penanda klaim serius, yakni permukaan tanah Jakarta disebut telah turun hingga 4,5 meter dalam kurun 46 tahun, sejak 1974 hingga 2020.

Angka itu tertulis jelas pada lempengan logam di bagian dasar Tugu Penurunan Tanah Jakarta, lengkap dengan keterangan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan huruf braille.

Namun, benarkah seluruh Jakarta mengalami penurunan sedalam itu?

Baca juga: Melihat Tugu Penurunan Tanah Jakarta, Pengingat Turunnya Tanah 4,5 Meter dalam 46 Tahun

Apa yang Direpresentasikan Tugu Penurunan Tanah Jakarta?

Tugu Penurunan Tanah Jakarta dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=penurunan tanah di Jakarta, tugu penurunan tanah jakarta, tanah jakarta turun, penyebab penurunan tanah di jakarta&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8wNzUyNTQwMS9iZW5hcmthaC10YW5haC1qYWthcnRhLXR1cnVuLTQ1LW1ldGVyLWRhbGFtLTQ2LXRhaHVuLWluaS1wZW5qZWxhc2FuLWFobGk=&q=Benarkah Tanah Jakarta Turun 4,5 Meter dalam 46 Tahun? Ini Penjelasan Ahli§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Selain sebagai media edukasi publik, tugu ini menjadi simbol peringatan atas fenomena land subsidence yang terjadi di Jakarta selama puluhan tahun.

Data penurunan tanah yang ditampilkan diambil dari hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Energi pada periode 1974–2014, serta teknologi InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar) pada 2014–2020.

Secara akumulatif, tercatat penurunan maksimum mencapai 4,5 meter.

Berdasarkan data yang ditampilkan pada tugu, penurunan tanah terbesar tercatat di beberapa wilayah, antara lain Cengkareng, Cakung, dan Muara Baru.

Kawasan-kawasan tersebut dikenal memiliki aktivitas industri dan eksploitasi air tanah yang relatif tinggi.

Baca juga: Penumpang Transjakarta Mengantre Tanpa Halte, Kepanasan dan Kehujanan

Apakah Seluruh Wilayah Jakarta Turun 4,5 Meter?

Pakar konstruksi sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), Davy Sukamta, menegaskan bahwa angka 4,5 meter tidak terjadi merata di seluruh wilayah Jakarta.

“Itu terjadi di titik ekstrem tertentu. Bisa ada cekungan dengan penurunan sedalam itu, tapi bukan berarti seluruh Jakarta turun 4,5 meter,” ujar Davy saat dihubungi, Senin (5/1/2025).

Menurutnya, penurunan tanah sangat bergantung pada kondisi geologi lokal, ketebalan lapisan tanah, serta aktivitas manusia di wilayah tersebut.

Karena itu, angka agregat di tugu perlu dibaca sebagai nilai maksimum, bukan kondisi rata-rata Jakarta.

Baca juga: Mencari “Harta Karun” CFD Sudirman Jakarta: Stick Nintendo yang Tertanam di Aspal

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Meski demikian, penurunan tanah di Jakarta faktanya memang terjadi. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jurnalis di Morowali Dibekuk, Polisi: Murni Pidana Bukan Kriminalisasi Profesi
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Harga Memori Naik Tajam, Laba Samsung Melonjak 200 Persen
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Menaker Dorong Kampus Siapkan Lulusan Hadapi Disrupsi Dunia Kerja
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Terungkap Identitas Asli Wanita yang Beratribut Pramugari Batik Air, Akui Ikut Penerbangan dari Palembang
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Tuduhan Rismon Dipertanyakan, Guru Besar UGM: Jokowi Pernah Kuliah, Pernah Ujian, dan Ikut Yudisium
• 25 menit lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.