Jangan Cuma Nambah Air, Ini Pentingnya Menguras Radiator Motor

medcom.id
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta: Banyak pemilik motor beranggapan air radiator cukup ditambah ketika volumenya berkurang. Padahal, radiator bukan sekadar 'penampung air', melainkan bagian penting dari sistem pendingin mesin yang berfungsi menjaga suhu kerja tetap stabil.
 
Seiring waktu, cairan radiator akan mengalami penurunan kualitas dan terkontaminasi kotoran. Karena itu, radiator perlu dikuras secara berkala agar sistem pendingin bekerja optimal dan mesin terhindar dari risiko kerusakan serius.
 
Wahana kemudian membeberkan alasan penting mengapa cairan radiator kendaraan perlu dikuras secara rutin. 1. Mencegah Penumpukan Kotoran dan Karat Seiring pemakaian, air radiator akan bercampur dengan partikel logam, kerak, serta sisa zat kimia dari cairan pendingin lama. Campuran ini dapat mengendap di saluran pendingin dan menghambat sirkulasi air. Jika dibiarkan, endapan tersebut berpotensi memicu karat pada radiator maupun blok mesin. Baca Juga:
Tren Modifikasi Cat Kendaraan, Warna Custom Bakal Digemari Tahun 2026
Dengan menguras radiator secara rutin—umumnya setiap 20.000–40.000 kilometer atau mengikuti rekomendasi pabrikan—kotoran dapat dibersihkan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih serius. 2. Menjaga Efisiensi Pendinginan Mesin Cairan radiator yang sudah lama digunakan akan kehilangan kemampuan optimal dalam menghantarkan panas. Dampaknya, suhu mesin lebih cepat naik, terutama saat kendaraan terjebak macet atau melintasi jalan menanjak.

Radiator yang tidak bekerja efisien juga membuat kipas pendingin bekerja lebih keras dan dapat berdampak pada peningkatan konsumsi bahan bakar. Mengganti cairan radiator dengan yang baru membantu mengembalikan fungsi pendinginan ke kondisi ideal. 3. Mencegah Overheating dan Kerusakan Mesin Overheating sering kali berawal dari kondisi cairan radiator yang kotor, kurang, atau sudah tidak efektif. Jika suhu mesin terus meningkat, risiko kerusakan komponen vital seperti gasket kepala silinder, piston, hingga blok mesin akan meningkat signifikan.
 
Menguras radiator secara berkala merupakan langkah pencegahan sederhana yang biayanya jauh lebih murah dibandingkan perbaikan mesin akibat overheating. Baca Juga:
Data Penjualan Otomotif China 2025: Ada yang Sukses, Ada yang Gagal 4. Cairan Radiator Bukan Sekadar “Air Biasa” Masih banyak pemilik kendaraan yang menggunakan air sumur atau air keran untuk radiator. Padahal, air tersebut mengandung mineral yang dapat memicu pembentukan kerak di dalam sistem pendingin.
 
Cairan radiator khusus atau coolant mengandung aditif anti-karat, penyeimbang pH, dan perlindungan tambahan untuk menjaga sistem pendingin tetap bersih dan stabil. Namun, aditif ini juga memiliki masa pakai. Jika sudah terlalu lama, efektivitasnya menurun dan justru berpotensi bersifat korosif. Inilah alasan radiator tetap perlu dikuras meski tampak bersih dari luar. 5. Radiator yang Bersih = Mesin Lebih Awet Radiator yang terawat dengan baik membantu mesin bekerja pada suhu ideal. Dampaknya, gesekan antar komponen berkurang, usia oli mesin lebih panjang, dan performa kendaraan tetap stabil.
 
Dengan sistem pendingin yang optimal, mesin menjadi lebih awet, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan risiko kerusakan besar dapat ditekan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Miris! Densus 88 Ungkap 70 Anak Indonesia Terpapar Radikalisme, Pemicunya Tak Terduga
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Nilai Tukar Petani Tembus hingga 125 Persen karena Program Swasembada Beras
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan Nasional dalam Setahun
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih, Ini Tujuannya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS Tuntut Kemitraan Minyak Eksklusif dengan Venezuela, Tiongkok: Intimidasi Tipikal
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.