CARACAS, KOMPAS.TV — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat dengan harga pasar.
Trump menyatakan hasil penjualan minyak tersebut akan digunakan “untuk kepentingan rakyat” kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Selasa (6/1/2026), di tengah eskalasi ketegangan politik dan keamanan antara Washington dan Caracas.
Gedung Putih, menurut laporan Associated Press, tengah menyiapkan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak AS pada Jumat (9/1) untuk membahas Venezuela.
Baca Juga: Kronologi dan Motif Presiden AS Tangkap Nicolas Maduro hingga Pujian dari Israel untuk Donald Trump
Perwakilan Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips disebut akan hadir. Pemerintahan Trump selama ini menekan Caracas agar membuka industri migasnya, yang memiliki cadangan besar namun performanya merosot, lebih luas bagi investasi dan teknologi Amerika.
Pengumuman Trump muncul beberapa jam setelah pejabat Venezuela mengumumkan jatuhnya korban besar dalam operasi militer AS yang dilakukan larut malam untuk menangkap dan membawa Nicolás Maduro ke Amerika Serikat guna menghadapi dakwaan narkotika.
Otoritas Caracas menyebut setidaknya 24 aparat keamanan Venezuela tewas.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menolak tekanan Trump, yang sebelumnya memperingatkan bahwa ia akan menghadapi nasib “lebih buruk” dari Maduro bila tidak “melakukan hal yang benar” dan menyelaraskan Venezuela dengan kepentingan AS, termasuk membuka akses bagi perusahaan energi Amerika.
“Secara pribadi, kepada mereka yang mengancam saya: takdir saya tidak ditentukan oleh mereka, melainkan oleh Tuhan,” kata Rodríguez dalam pidato di hadapan pelaku sektor pertanian dan industri.
Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengatakan “puluhan” aparat dan warga sipil tewas dalam serangan akhir pekan itu dan menyebutnya sebagai dugaan kejahatan perang, meski tidak merinci korban secara spesifik.
Selain korban Venezuela, Kuba sebelumnya mengonfirmasi 32 personel militer dan polisi yang bertugas di Venezuela tewas dalam penggerebekan tersebut.
Dari pihak AS, Pentagon menyatakan tujuh prajurit terluka, lima sudah kembali bertugas dan dua masih menjalani pemulihan, akibat luka tembak dan serpihan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- Trump Venezuela
- minyak Venezuela ke AS
- pasokan minyak AS
- hubungan AS Venezuela
- industri migas Venezuela
- operasi militer AS Venezuela




