Menjadi orang tua tunggal menghadirkan tantangan tersendiri bagi penyanyi Denada. Terlebih, saat ini putri semata wayangnya, Aisha, mulai memasuki usia remaja.
Denada menyadari bahwa setiap fase usia anak selalu membawa tantangan yang berbeda bagi orang tua. Hal itu pula yang kini ia hadapi dalam menjalani perannya sebagai single parent bagi Aisha.
“Pasti, pasti (ada tantangannya). Kita sebagai seorang ibu, apalagi punya anak di zaman sekarang ya, setiap masa itu berat tantangannya,” ujar Denada kepada wartawan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Ia menambahkan, tantangan dalam mendampingi anak yang beranjak remaja sejatinya juga pernah dirasakan generasi sebelumnya, meski dengan konteks zaman yang berbeda.
“Zamannya mama aku juga merawat dan membesarkan aku saat aku masih tumbuh dewasa, yang lagi masuk pre-teenager dan menjadi teenager, itu pasti tantangannya ada juga, cuma beda lagi,” sambungnya.
Denada mengaku membutuhkan pola pengasuhan yang lebih khusus dalam mendampingi Aisha. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh jarak yang memisahkan mereka. Aisha sampai saat ini masih tinggal di Singapura.
“Aku kan punya kondisi dan situasi yang khusus, yang mungkin agak berbeda dengan Aisha. Bahwa aku itu LDR sama Aisha,” ungkap Denada.
“Idealnya kan kalau di dalam satu household itu ada bapak dan ada ibu. Tapi di kasus aku dan Aisha tidak seperti itu,” lanjutnya.
Situasi tersebut membuat Denada harus melakukan berbagai penyesuaian, termasuk dalam menerapkan pola pengasuhan yang tidak selalu umum dilakukan orang tua lain.
“Banyak kompensasi-kompensasi yang harus aku lakukan. Dan banyak model-model parenting yang mungkin tidak begitu populer saat sekarang ini, tapi akhirnya aku ambil dan aku putuskan untuk aku terapkan kepada Aisha,” ucapnya.
Denada pun bersyukur karena kini Aisha sudah bisa diajak berdiskusi layaknya seorang teman. Bahkan, keduanya mulai terbiasa berdebat kecil, termasuk soal pemilihan sekolah.
“Namanya anak sudah usia 13 tahun, dia pasti sudah punya pilihan-pilihan dan preferensi dia sendiri,” kata Denada.
“Pemilihan sekolah, karena Aisha pengin di satu sekolah, sementara aku lebih memilih dia di sekolah dengan model yang lain. Jadinya hal ini sekarang lagi jadi diskusi antara kita,” pungkasnya.




