Caracas: Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, menyebut penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) sebagai peristiwa bersejarah yang menandai kemenangan keadilan atas tirani. Ia memuji langkah tegas AS di bawah Presiden Donald Trump dalam operasi yang berujung pada penangkapan tersebut.
Dalam wawancara bersama CBS Evening News, Machado mengatakan bahwa 3 Januari 2026 akan tercatat sebagai titik balik penting bagi Venezuela.
“Tanggal 3 Januari akan tercatat dalam sejarah sebagai hari di mana keadilan mengalahkan tirani. Apa yang selama ini dianggap mustahil, justru terwujud melalui sebuah operasi yang sempurna. Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ujar Machado, seperti dikutip CBS News, Rabu, 7 Januari 2026.
Machado menilai langkah AS telah melampaui ekspektasi banyak pihak dalam upaya memulihkan demokrasi di Venezuela. Menurutnya, intervensi tersebut merupakan tindakan krusial yang selama ini dipandang mustahil oleh banyak pengamat politik internasional.
Meski demikian, Machado menegaskan bahwa perjuangan menuju kebebasan sepenuhnya belum berakhir. Ia menyoroti masih adanya sekitar 1.000 tahanan politik yang mendekam di penjara-penjara Venezuela, dan mendesak agar mereka segera dibebaskan.
“Seluruh tahanan politik harus dibebaskan dan segala bentuk represi harus segera dihentikan,” tegasnya. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Machado Siap Kembali ke Venezuela, Yakin Akan Menang Telak dalam Pemilu




