Pengamat hubungan internasional sekaligus direktur eksekutif Syergy Policies Dina Prapto Raharja menilai sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menangkap Nicolas Maduro sebagai bentuk bullying.
"Sikap Amerika Serikat (AS) dinilai melanggar tata dan hukum internasional yang memicu perpecahan global. Disampaikan oleh Donald Trump adalah bahwa Amerika Serikat punya aturan main sendiri dan tidak bisa diintervensi oleh negara manapun," kata Dinna dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.
"Ketika Amerika Serikat merasa kepentingannya terganggu oleh negara lain, maka dia berhak untuk melakukan apa yang mau dia lakukan. Itu pesan yang paling jelas. Dan hal ini harus kita cermati dengan betul-betul, harus kita waspadai bahkan karena pesan ini sudah memecah belah bahkan kalangan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri," sambungnya.
Baca Juga :
AS Sepakat Dukung Jaminan Keamanan untuk Ukraina di KTT Paris"Dan pastinya yang akan menjadi korban adalah negara-negara seperti kita, negara yang boleh dikatakan memilih untuk selalu independen. Kemudian mungkin pada saat ini memang kita tidak langsung berseberangan dengan Amerika Serikat. Tapi kita lihat sendiri ketika Amerika Serikat merasa bahwa kepentingannya itu diblok atau dia tidak mendapatkan apa yang dia mau seperti yang terjadi pada Venezuela, dia akan melakukan segala macam hal untuk saya katakan membully," ujarnya.



