Dari Pelatih sampai Presenter, 5 Profesi Ini Cocok buat Eks Pesepak Bola Wanita

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Karier pesepak bola wanita tak selalu berhenti di lapangan pertandingan. Di balik lapangan, banyak pemain justru sudah menyiapkan langkah berikutnya untuk kehidupan setelah pensiun, baik masih di dunia sepak bola maupun di ranah lain.

Dilansir dari The Rise of Womens Football, banyak eks pesepak bola wanita yang memilih tetap aktif berkontribusi lewat berbagai profesi, mulai dari pelatih, manajemen klub, media, hingga advokasi.

Berikut beberapa profesi yang kerap dipilih pesepak bola wanita setelah memutuskan gantung sepatu.

Pelatih dan Staf Kepelatihan

Dengan pengalaman bertahun-tahun di lapangan, banyak pemain menilai dunia kepelatihan sebagai langkah lanjutan yang ideal. Pengetahuan teknis, pemahaman permainan, hingga kepemimpinan yang terbentuk selama karier membuat transisi ini terasa lebih natural.

Sarina Wiegman dan Sonia Bompastor menjadi dua contoh nyata. Wiegman, eks pemain Timnas Wanita Jerman, sukses mengantarkan Lionesses meraih prestasi di level internasional, sementara Bompastor, eks pemain Timnas Wanita Prancis, kini menangani Chelsea Women setelah mencatatkan karier cemerlang bersama OL Lyonnes.

Manajemen Klub

Tak sedikit eks pemain yang memilih terlibat dalam pengambilan keputusan dan strategi klub dari balik layar. Peran di manajemen memungkinkan mereka tetap berada di ekosistem sepak bola, namun dengan tanggung jawab yang berbeda.

Salah satu nama yang menonjol adalah Bianca Rech. Mantan pemain Timnas Wanita Jerman itu kini menjabat sebagai Direktur Olahraga tim wanita FC Bayern Muenchen. Ia berperan dalam pengembangan tim dan kebijakan jangka panjang klub.

Organisasi Sepak Bola

Selain di level klub, beberapa eks pesepak bola wanita juga berkiprah di organisasi atau federasi sepak bola. Posisi ini biasanya berkaitan dengan pengembangan kompetisi, kebijakan, hingga arah sepak bola secara global.

Nadine Kessler menjadi contoh paling dikenal. Eks pemain Timnas Wanita Jerman tersebut kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Wanita di UEFA, dengan peran strategis dalam pengembangan sepak bola wanita di Eropa.

Media dan Penyiaran

Dunia media juga menjadi pilihan populer. Berbekal pengalaman bermain di level tertinggi, eks pemain dinilai mampu memberi analisis yang tajam dan perspektif yang berbeda bagi penonton.

Alex Scott adalah salah satu figur yang sukses di jalur ini. Mantan pemain Lionesses dan Arsenal itu kini dikenal sebagai presenter dan analis sepak bola di BBC serta Sky Sports.

LSM dan Advokasi

Sebagian eks pesepak bola wanita memilih menggunakan pengaruh dan platform yang mereka miliki untuk isu sosial dan pemberdayaan. Fokusnya beragam, mulai dari kesetaraan gender hingga akses olahraga bagi anak perempuan.

Alex Morgan menjadi contoh lewat Alex Morgan Foundation, yang aktif mendukung pendidikan dan kesempatan berolahraga bagi anak perempuan, sekaligus mendorong kemajuan olahraga perempuan secara lebih luas.

Bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia, peluang karier usai pensiun juga mulai terlihat. Maulina Novryliani, eks pemain Timnas Wanita Indonesia era 2004, kini berkiprah sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia.

Sementara itu, Yolanda Krismonica, mantan penjaga gawang Timnas Wanita Indonesia, melanjutkan kiprahnya di dunia media sebagai komentator dan turut terlibat di Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Pastikan Mutu MBG bagi 55,1 Juta Penerima Manfaat per Hari
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Disdukcapil Flores Timur Soroti Kesenjangan Anggaran dan Kebutuhan KTP-el
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Nenek Marlina Jadi Korban Penyerobotan Lahan di Malang Jatim
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Keberlanjutan: Kunci Profit Tambak Udang
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Serahkan Bonus ke Atlet Peraih Medali SEA Games
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.