Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya sejumlah elite yang senang untuk menghujat hingga mengejek pemerintah. Dia mengatakan, ejekan tersebut kerap dilontarkan di media sosial.
Hal tersebut dikatakan Prabowo saat panen daya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Ia awalnya mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah mampu swasembada pangan.
Namun, Prabowo mengatakan, masih adda elite yang hobi mengejek usaha pemerintah. Dia lalu mempertanyakan motivasi pihak-pihak tersebut.
"Mereka hanya pintar di media sosial, tidak jelas juga. Jangan-jangan mereka dibayar," kata Prabowo.
Prabowo juga memuji kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Dia mengatakan, pemerintah bisa membuktikan mampu mewujudkan swasembada pangan dalam waktu cepat.
"Kalau banyak tokoh nyinyir, kita buktikan bisa swasembada pangan," katanya.
Dalam acara yang sama, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025. Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun hal ini ternyata bisa diwujudkan dalam kurun waktu satu tahun pemerintahannya.
Berdasarkan data badan pusat statistik, jumlah produksi beras nasional per Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka ini surplus 4 juta ton dibandingkan angka kebutuhan 2025. Kondisi ini membuat Indonesia tidak mengimpor beras konsumsi maupun jagung pakan pada 2025.
%20Hadirkan%20i-Mitra%20KPBN%20(1).jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360704/original/079491800_1758721598-183356.jpg)

