Presiden Prabowo Subianto menilai petani menjadi pekerjaan yang kurang dihormati selama ini. Padahal, kata Prabowo, petani merupakan salah satu sosok yang paling loyal ke negara.
Prabowo bercerita pernah menduduki jabatan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada 2004 dan 2010. Dari situ juga membuat Prabowo sering berhubungan dengan petani.
“Puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi. Saya waktu saya berhenti dari tentara saya merasa dihormati, saya merasa terhormat,” kata Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1).
Prabowo juga mengenang masa-masa saat menjadi tentara. Saat itu, Prabowo mengaku sering mendapat makanan dari petani ketika latihan. Untuk itu, saat ini Prabowo ingin membalas budi ke para petani.
“Saya ingat waktu saya masih sangat muda, rakyat yang memberi makan kepada saya. Saya tidak bisa lupa. Ini kesempatan pikiran saya, saya membalas budi, saya membayar utang kembali kepada para petani Indonesia. Saya jadi jenderal karena para petani Indonesia, saya jadi jenderal karena rakyat Indonesia,” kenang Prabowo.
“Begitu sabarnya para petani terhadap negara, bangsa Indonesia, para petanilah yang paling setia, yang paling loyal dan yang paling merah putih di Republik Indonesia,” tambahnya.
Beri Penghargaan pada Tokoh Berjasa di Bidang PanganDalam kesempatan itu, Prabowo juga memberikan penghargaan kepada 15 tokoh yang berkontribusi di sektor pangan. 15 tokoh tersebut berasal dari berbagai kalangan seperti petani, penyuluh, kepala daerah, serta TNI dan Polri.
Berikut daftar lengkap penerima penghargaan:
Bintang Jasa Utama: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
Bintang Jasa Pratama: Heri Sunarto, Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kab Sukoharjo
Bintang Jasa Nararya:
1. Bobby Irfan Effendi (Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur)
2. Winarto (Poktan Sri Sedhono, Kelompok Tani Kabupaten Ngawi)
Satyalancana Wira Karya:
1. Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI)
2. Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro)
3. Aep Syaepuloh (Bupati Karawang)
4. AKBP Toni Kasmiri (Kapolres Lampung Selatan)
5. AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut)
6. Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)
7. Letkol Czi. Dili Eko Setyawan (Dandim Merauke)
8. Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia)
9. Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)
10. Aseng (Poktan Ciraden) Kelompok Tani Kabupaten Cianjur
11. Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran) Kelompok Tani Kabupaten Indramayu





