Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Rabu (7/1/2026), setelah bangkit dari pelemahan hari sebelumnya.
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Rabu (7/1/2026), setelah bangkit dari pelemahan hari sebelumnya.
Menurut data pasar, pukul 15.04 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives meningkat 1,00 persen ke 4.031 ringgit Malaysia per ton.
Harga mendapat dukungan dari melemahnya nilai tukar ringgit serta menguatnya minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.
Ekspektasi permintaan juga membaik menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada Februari.
“CPO Bursa Malaysia dibuka sedikit lebih tinggi, mengikuti pergerakan spread terhadap minyak nabati pesaing,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.
Namun, ia menambahkan, kinerja yang lesu pada minyak nabati lain dan sektor energi berpotensi membatasi ruang penguatan.
Meski demikian, kenaikan harga tertahan oleh penurunan tajam harga minyak mentah menyusul aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela, yang menekan pergerakan kompleks minyak nabati secara keseluruhan.
Turunnya harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan dari India juga masih membayangi, setelah impor minyak sawit pada Desember turun ke level terendah dalam delapan bulan.
Penurunan itu terjadi seiring konsumsi musim dingin yang lebih lemah dan meningkatnya pembelian minyak pesaing.
Menambah sikap hati-hati pasar, Reuters memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia naik ke level tertinggi dalam hampir tujuh tahun pada Desember, menjelang rilis data bulanan resmi.
Sementara itu, survei perusahaan pemantau kargo menunjukkan pengapalan minyak sawit Malaysia turun 5,2 persen hingga 5,8 persen secara bulanan pada Desember, memperkuat kekhawatiran terhadap permintaan jangka pendek. (Aldo Fernando)




