70 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Grup Chat, Terbanyak di Jakarta

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap 70 anak di 19 provinsi terpapar paham radikalisme, white supremacy dan Neo-Nazi melalui sebuah grup chat internasional bernama True Crime Community.

“Adapun sebaran wilayah yang teridentifikasi sebagai anggota grup True Crime Community, ada 70 anak di 19 provinsi,” kata Juru Bicara Densus 88, Kombes Myandra Eka Wardhana, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, jumlah anak yang terpapar paling banyak berada di DKI Jakarta.

“Provinsi dengan jumlah terbanyak yaitu DKI Jakarta sebanyak 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang. Setelah itu menyebar di beberapa daerah,” ujar Myandra.

Saat ini, 67 dari 70 anak tersebut telah diintervensi oleh Densus 88. Mereka diberikan pembinaan untuk keluar dari paham-paham tersebut.

“Terhadap 70 anak ini, kurang lebih 67 orang telah dilakukan asesmen, pemetaan, konseling, dan sebagainya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di masing-masing wilayah,” ucap Myandra.

Lebih lanjut, Myandra mengatakan anak-anak tersebut berusia 11 hingga 18 tahun.

“Adapun sebaran usia dari 70 anak ini berada pada rentang 11 sampai 18 tahun dan didominasi usia 15 tahun, yaitu masa transisi dari SMP ke SMA,” jelasnya.

Berikut adalah sebaran lengkap anak-anak yang terpapar:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
163 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia, Termasuk Bayi dan Korban Salah Tangkap
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Pustaka Alam Harapkan Perhatian Presiden & Kapolri Terkait Penanganan Kasus Ketua Koperasi di Kalteng
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Kemlu: 37 WNI di Venezuela Aman, Kondisi Keamanan Mulai Stabil
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Pegadaian Championship: PSS Berharap Administrasi 3 Pemain Anyar Bisa Rampung dan Langsung Tampil Kontra PSIS
• 13 jam lalubola.com
thumb
Libas Tim Sekota Madrid Tantang Barcelona di Final, Valverde Cetak Gol Spektakuler
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.