Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 152 puskesmas mengalami kerusakan berat akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Namun, hingga awal Januari 2026, hanya tersisa tiga puskesmas yang belum dapat kembali beroperasi.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemulihan puskesmas menjadi prioritas penting setelah layanan rumah sakit berhasil dipulihkan.
Puskesmas berperan sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di sekitar pemukiman dan lokasi pengungsian. Hal itu disampaikan Budi dalam konferensi pers update penanganan pascabencana di Sumatra, Rabu, 7 Januari 2026.
"Dari 867 puskesmas yang terdampak, 152 sempat rusak berat dan berhenti total. Alhamdulillah, sampai awal Januari ini tinggal tiga puskesmas yang belum bisa beroperasi," kata Budi dikutip dari tayangan YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Tiga puskesmas tersebut masing-masing berada di Aceh Tengah (Rusip Antara), Aceh Tenggara (Jambur Lak Lak), dan Aceh Timur (Lokop).
Khusus Puskesmas Lokop, kerusakan dinilai sangat parah karena bangunan roboh akibat tertimpa material besar, sehingga diputuskan untuk dibangun ulang di lokasi baru yang lebih aman.
Menurut Budi, keberadaan puskesmas sangat krusial untuk melayani masyarakat di lebih dari 1.000 titik pengungsian.
Saat ini, jumlah pengungsi tercatat masih berada di kisaran 200 ribu jiwa, sehingga layanan kesehatan dasar harus tetap berjalan agar rumah sakit tidak kewalahan.
"Kalau puskesmas berfungsi, warga tidak perlu langsung ke rumah sakit. Aksesnya lebih mudah dan pelayanannya lebih cepat, apalagi di daerah terdampak bencana," jelasnya.
Dalam proses pemulihan, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai relawan dan organisasi kemanusiaan.
Selain membersihkan lumpur dan memperbaiki bangunan, pemulihan juga mencakup penggantian alat kesehatan dan sistem pendukung yang rusak akibat terendam banjir.
Kemudian, Budi menargetkan seluruh layanan puskesmas di wilayah terdampak dapat pulih sepenuhnya sebelum akhir Maret 2026, seiring masuknya penanganan bencana ke tahap pemulihan normal.
"Target kami, akhir Maret semua layanan kesehatan sudah kembali normal dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan seperti sebelum bencana," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews




