Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyatakan daerah yang dipimpinnya tersebut membutuhkan sebanyak 73 ribu perlengkapan sekolah untuk berbagai jenjang yang terdampak banjir dan longsor melanda kawasan itu pada akhir November 2025.
"Siswa di Aceh Utara sangat membutuhkan 73 ribu perlengkapan sekolah, berupa seragam, sepatu, tas, buku serta alat tulis," kata Ismail A Jalil dihubungi di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan untuk perlengkapan sekolah Pemerintah Aceh Utara akan terus berkomunikasi dengan Kemendikdasmen melalui Dinas Pendidikan Aceh Utara.
Ia mengatakan sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI, sebanyak 345 sekolah belajar normal, 242 belajar lesehan dan tiga sekolah belajar di tenda darurat serta 20 sekolah belajar bergantian dan lima sekolah kunjungan ke pengungsian.
Menurut dia sampai saat ini sebanyak 345 sekolah menggunakan kurikulum reguler dan sisanya kurikulum darurat, di mana (guru dan siswa boleh datang ke sekolah tanpa seragam seperti biasanya dan hanya menggunakan pakaian sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi dukungan seluruh pihak, masyarakat, relawan, TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat serta rekan-rekan jurnalis dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara.
"Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan selama penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara atas kerja keras semua pihak, tentu akan sangat membantu meringankan beban warga Aceh Utara," katanya.
Baca juga: Mendagri serahkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Aceh Utara
Baca juga: TNI AD dan warga kolaborasi bersihkan fasum dari lumpur di Aceh Utara
Baca juga: Pemkab Aceh Utara minta percepat bangun huntara untuk korban bencana
"Siswa di Aceh Utara sangat membutuhkan 73 ribu perlengkapan sekolah, berupa seragam, sepatu, tas, buku serta alat tulis," kata Ismail A Jalil dihubungi di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan untuk perlengkapan sekolah Pemerintah Aceh Utara akan terus berkomunikasi dengan Kemendikdasmen melalui Dinas Pendidikan Aceh Utara.
Ia mengatakan sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI, sebanyak 345 sekolah belajar normal, 242 belajar lesehan dan tiga sekolah belajar di tenda darurat serta 20 sekolah belajar bergantian dan lima sekolah kunjungan ke pengungsian.
Menurut dia sampai saat ini sebanyak 345 sekolah menggunakan kurikulum reguler dan sisanya kurikulum darurat, di mana (guru dan siswa boleh datang ke sekolah tanpa seragam seperti biasanya dan hanya menggunakan pakaian sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengapresiasi dukungan seluruh pihak, masyarakat, relawan, TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat serta rekan-rekan jurnalis dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara.
"Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan selama penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara atas kerja keras semua pihak, tentu akan sangat membantu meringankan beban warga Aceh Utara," katanya.
Baca juga: Mendagri serahkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Aceh Utara
Baca juga: TNI AD dan warga kolaborasi bersihkan fasum dari lumpur di Aceh Utara
Baca juga: Pemkab Aceh Utara minta percepat bangun huntara untuk korban bencana




