Sindikat judi online ini beroperasi dengan mengelola 21 situs, adapun modusnya adalah mendirikan 17 perusahaan.
IDXChannel—Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan satu buron pelaku dari sindikat judi online yang mengendalikan 21 situs. Satu buron ini berasal dari total enam tersangka, lima di antaranya telah ditangkap.
Sindikat judi online ini beroperasi dengan mengelola 21 situs, adapun modus operandinya adalah mendirikan 17 perusahaan.
“Satu orang DPO berinisial FI yang berperan memerintahkan tersangka MNF untuk membuat PT STS sebagai merchant pada penyedia jasa pembayaran,” kata Direktorat Tindak Pidana Siber Brigjen Pol. Doktor Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers, Rabu (7/1/2026).
Tersangka berinisial MNF (30)yang disebut Bayu berperan sebagai direktur PT STS. Korporasi itu digunakan sebagai fasilitator transaksi deposit dari puluhan situs perjudian online.
Tersangka lain, MR (33), bertugas mengatur tersangka lain yang berinisial AL dan QF untuk membuat dokumen palsu. Dokumen itu digunakan untuk membuat perusahaan fiktif dan rekening perusahaan yang digunakan sebagai penyedia jasa pembayaran praktik judol.
Tersangka kelima berinisial WK, berperan sebagai Direktur PT ODI. Korporasi itu menjalin kerja sama dengan merchant-merchant luar negeri yang beroperasi di bidang perjudian online.
Adapun belasan perusahaan yang dipakai sindikat ini mulai dari PT SKD, PT STS, PT OM, PT SD, PT BMS, PT DHB, PT CTS, PT IKB, PT PVR, PT SSD, PT PJ, PT LN, PT LPA, PT KB, PT KK, PT NDT dan PT TTI.
“Dari 17 perusahaan yang ditemukan tersebut, 15 di antaranya digunakan untuk memfasilitasi pembayaran atau deposit pemain lewat metode QRIS sebagai layering pertama, dan dua perusahaan digunakan secara aktif untuk menampung dana perjudian online,” ujar Bayu.
Dari hasil pengungkapan jaringan ini, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil melakukan pemblokiran dan penyitaan dana dengan total Rp59,12 miliar. Sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan mulai dari ponsel, mobil, dokumen perusahaan hingga ATM.
Sebelumnya, Bareskrim juga melaporkan pembongkaran 644 kasus judol sepanjang tahun lalu. Dari ratusan kasus itu, kepolisian menangkap 744 orang tersangka dan menyita aset serta uang senilai Rp286 miliar.
Bareskrim juga mengajukan 231.517 situs judi online ke Kementerian Komunikasi dan Digital untuk diblokir.
(Rohman Wibowo)





