Kita kembali menyoroti wabah di Tiongkok. Belakangan ini, rumah sakit di berbagai kota dipenuhi pasien, dan sejumlah rumah duka kembali penuh sesak. Para pelaku industri pemakaman serta banyak warga Tiongkok mengungkapkan di internet bahwa banyak lansia meninggal dunia, dan tidak sedikit pula kaum muda yang meninggal secara mendadak.
EtIndonesia. Baru-baru ini, sejumlah warganet mengunggah video yang mengatakan bahwa para lansia meninggal satu per satu. Banyak netizen juga meninggalkan komentar, menyebutkan bahwa di desa mereka banyak lansia yang wafat, bahkan ada juga kaum muda yang meninggal.
Seorang petugas pemakaman bermarga Wei dari Ningbo, Provinsi Zhejiang, menyatakan bahwa di daerah setempat jumlah lansia yang meninggal relatif banyak. Gelombang kematian datang silih berganti, dan gelombang terbaru mencapai puncaknya sekitar perayaan titik balik matahari musim dingin (Dongzhi).
“Yang meninggal banyak berusia 80–90 tahun atau 70–80 tahun. Penyakit jantung dan pembuluh darah otak cukup banyak. Rata-rata harapan hidup di Ningbo, Zhejiang, sebenarnya cukup tinggi,” kata petugas pemakaman Ningbo, Zhejiang, Tn. Wei.
“Wabah ini berdampak cukup besar pada paru-paru lansia—pada beberapa kasus, paru-paru sampai tampak ‘memutih’. Anak muda yang sakit biasanya menderita penyakit berat, seperti kanker, yang sudah tidak bisa diobati lagi sehingga akhirnya meninggal. Kalau bukan karena wabah, mereka sebenarnya masih bisa hidup lebih lama,” tambahnya.
中國疫情蔓延 男女老少接二連三去世
最近中國各城市的醫院人滿為患,部分殯儀館再次爆滿,殯葬業者和不少中國民眾在網上透露,有很多老人去世,還有不少年輕人猝死。https://t.co/HMbfYYGrTj https://t.co/QZiuQMVDl3 pic.twitter.com/3pHmcI0OOs
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, jalan di depan Rumah Duka Hefei mengalami kemacetan panjang; Rumah Duka Yinchuan penuh sesak dengan keluarga yang menunggu pengambilan abu jenazah; Rumah Duka Jingzhou juga dilaporkan penuh.
Seorang perias jenazah bermarga Liu dari Anhui mengatakan bahwa perusahaan pemakaman yang ia kelola menyediakan layanan satu paket dan bekerja sama dengan rumah duka setempat. Setiap tahun, musim panas dan musim dingin merupakan musim sibuk bagi industri pemakaman. Terlepas dari usia, sebagian besar kematian disebabkan oleh penyakit.
Perias jenazah Anhui, Tn. Liu: “Banyak yang meninggal karena sakit—serangan jantung dan stroke banyak. Anak muda juga banyak, bahkan cukup parah. Usia 30-an yang meninggal juga cukup banyak. Tahun ini (2025) saya menangani dua hingga tiga puluh anak kecil. Dua hari ini sangat sibuk, hampir selalu di rumah duka. Kalau ada pekerjaan, kami langsung pergi. Di kota kabupaten kami, lebih dari 20 orang meninggal setiap hari, itu dianggap normal.”
Video lain juga menunjukkan bahwa rumah duka di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Hefeng di Provinsi Hubei dan Kabupaten Shouxian di Provinsi Anhui, sedang dalam proses pembangunan.
Seorang warga Shanghai bermarga Liu mengungkapkan bahwa gelombang wabah ini dimulai sejak November 2025. Pada bulan Desember terjadi lonjakan besar di sekolah-sekolah. Banyak anak terinfeksi dan harus izin untuk berobat. Hingga kini wabah masih terus menyebar, dan rumah sakit dipenuhi pasien.
Warga Shanghai, Tn. Liu: “Orang yang berobat sangat banyak. Ada rumah sakit komunitas yang buka tujuh hari seminggu, setiap hari penuh. Semuanya COVID, tapi secara resmi disebut hanya flu atau pilek—itu istilah yang sudah ditetapkan. Soal kematian mendadak, sejak COVID mulai, sudah ada aturan bahwa dokter tidak akan mengatakan yang sebenarnya. Mereka selalu bilang itu karena penyakit bawaan sebelumnya.”
Seorang warga Taiyuan, Provinsi Shanxi, bermarga Zhao, mengungkapkan bahwa gelombang wabah kali ini sangat ganas. Banyak kaum muda dan lansia meninggal dunia. Di pedesaan setempat, ada lansia yang karena tidak punya uang untuk berobat akhirnya memilih jalan buntu. Pihak berwenang menutup informasi terkait hal ini.
Warga Taiyuan, Shanxi, Tn. Zhao: “Kondisinya sangat serius. Remaja dan anak-anak yang terinfeksi juga banyak, dan tingkat kematian mendadak meningkat. Kaum muda juga tidak sedikit. Banyak kasus serangan jantung, stroke, nodul paru, pneumonia, dan kanker paru. Pada bulan November, ada pasangan lansia usia 70 tahun yang hanya menerima pensiun 300 yuan. Biaya medis dan hidup tidak mencukupi, mereka menyerah berobat dan akhirnya bundir.” (Hui)
Laporan hasil wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television, Xiong Bin dan Gao Yu.





