Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Polresta Yogyakarta sedang mengembangkan kasus kejahatan siber *love scamming* yang dikendalikan sepenuhnya oleh warga negara Cina.
  • Penyidikan fokus memburu pengendali utama di Cina dan menindak jaringan serupa yang terdeteksi beroperasi di Lampung.
  • Sejauh ini enam orang telah ditetapkan tersangka, sementara puluhan pekerja lain yang diamankan masih berstatus sebagai saksi.

Suara.com - Polresta Yogyakarta masih mengembangkan pengungkapan kasus love scamming lintas negara yang beroperasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyidikan kini difokuskan untuk memburu pelaku utama yang diduga berada di luar negeri yakni Cina. Termasuk menindak dugaan jaringan serupa di daerah Lampung.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menuturkan bahwa operasional penipuan tersebut memang sepenuhnya dikendalikan oleh pihak asal Cina.

Seluruh sistem aplikasi, pengawasan kinerja, hingga pengaturan ruang percakapan dikontrol dari luar Indonesia.

"Jadi semua itu yang melakukan operasional ini semua orang [warga negara] Cina gitu," kata Riski kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Menurut Riski, pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku asal Cina yang diduga menjadi pengendali utama.

"Karena ini aplikasi Cina yang bawa ke sini memang orang Cina, kita juga sudah kantongi [identitas pelaku]," ucapnya.

Saat ini, koordinasi lintas negara tengah disiapkan untuk memburu pihak-pihak tersebut.

"Kemarin sudah menghubungi Hubinter [Polri] yang nanti akan kita koordinasi dengan Interpol untuk pengejaran yang bersangkutan," tandasnya.

Baca Juga: Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan

Selain pengejaran pelaku luar negeri, kata Adrian, pihaknya turut mengembangkan perkara ini ke wilayah lain di Indonesia.

Berdasarkan keterangan yang didapat, ada lokasi operasional serupa berupa love scamming ini di Lampung.

"Menurut keterangan ada satu lagi di Lampung," terangnya.

Polresta Yogyakarta menyatakan telah menjalin koordinasi dengan Polda Lampung untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Dalam proses pengembangan kasus, puluhan pekerja yang sempat diamankan masih berstatus saksi. Polisi masih mendalami peran masing-masing individu.

"Untuk puluhan orang kita masih mendalami peran masing-masing, saat ini status masih saksi," imbuhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usai Ditegur Hakim, Tak Ada TNI Kawal Sidang Nadiem Hari Ini
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Hadiri Sidang Lanjutan, Nadiem Makarim Disambut Simpatisan di Ruang Pengadilan
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Kolaborasi Pemprov-Pemda Kawasan Mamminasata Bisa Wujudkan Integrasi Moda Transportasi di Sulsel
• 13 jam laluharianfajar
thumb
DJ Donny Tantang Pelaku Teror: Jangan Intimidasi, Bungkam Kami dengan Kebijakan Pro Rakyat | ROSI
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Anggaran MBG Hanya Terserap Rp 51,5 Triliun Tahun Lalu, 72,5% dari Alokasi
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.