Abdul Rahman Farisi Nilai Keberhasilan Kabinet Cerminkan Kepemimpinan Prabowo

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto pada pembukaan retret kabinet di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya menteri bekerja penuh inisiatif, memahami strategi besar, dan berani mengeksekusi kebijakan di lapangan.

BACA JUGA: Abdul Rahman Farisi Sebut Pemerintah Harus Siapkan Pemulihan Ekonomi untuk Sumatera

Menurut Abdul Rahman Farisi, praktik dari pidato Presiden tersebut tercermin dalam kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM.

“Saya melihat arahan Presiden itu benar-benar dijalankan. Menteri diberi ruang untuk bekerja, mengambil inisiatif, dan mengeksekusi kebijakan secara nyata. Itu yang saya lihat dilakukan oleh Bahlil di sektor energi,” ungkap Abdul Rahman Farisi dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026).

BACA JUGA: Gagasan Menteri Bahlil Dorong Inovasi Subsidi Energi, Abdul Rahman Farisi Beri Pujian

Abdul Rahman Farisi menilai keberhasilan sejumlah kebijakan strategis di sektor energi dan fiskal mencerminkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak kaku dan tidak sentralistis.

Adapun Presiden menetapkan arah besar kebijakan nasional, lalu memberi kepercayaan kepada menteri-menterinya untuk mengeksekusi kebijakan secara kreatif, profesional, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA: Abdul Rahman Farisi Soroti Cara Menteri Bahlil Menyelesaikan Proyek Mangkrak

“Pola kepemimpinan ini mulai menunjukkan hasil konkret di berbagai sektor strategis pemerintahan,” jelasnya.

Selanjutnya, Abdul Rahman menegaskan bahwa capaian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak terlepas dari sinergi antarkementerian yang berjalan searah dengan arahan langsung Presiden Prabowo kepada seluruh jajaran kabinet.

Presiden Prabowo secara khusus meminta agar sektor energi diarahkan untuk memperkuat kedaulatan dan kemandirian bangsa sebagai fondasi pembangunan nasional.

Arahan tersebut diterjemahkan oleh Bahlil melalui peningkatan lifting migas, percepatan hilirisasi mineral, pengurangan ketergantungan impor energi, serta percepatan pemerataan akses listrik nasional.

Dia menambahkan, peningkatan rasio elektrifikasi juga menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan energi saat ini, terutama dalam memastikan kehadiran negara hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.

“Listrik bukan sekadar soal energi, tapi soal keadilan pembangunan. Ketika rasio elektrifikasi meningkat, itu berarti negara hadir lebih merata,” tambahnya.

Menurut Abdul Rahman, langkah-langkah tersebut tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga sangat strategis bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia menjelaskan, ketika impor energi ditekan, produksi dalam negeri diperkuat, dan layanan listrik diperluas, beban subsidi menjadi lebih terkendali dan ruang fiskal negara semakin luas.

“Ini kebijakan energi yang dampaknya langsung terasa pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam konteks itu, Abdul Rahman juga menilai kebijakan fiskal yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menciptakan transisi ekonomi yang lebih terkendali dan melengkapi kebijakan energi yang progresif.

Menurutnya, Purbaya mampu menjaga stabilitas keuangan negara, memastikan kesinambungan fiskal, sekaligus memberikan dukungan pada sektor riil tanpa menimbulkan gejolak.

“Koordinasi fiskal dan energi sangat penting. Kebijakan energi yang progresif harus ditopang kebijakan fiskal yang hati-hati agar transisinya berjalan mulus,” ucapnya.

Abdul Rahman Farisi menilai sinergi tersebut menunjukkan orkestrasi kabinet yang solid di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sehingga program-program strategis nasional dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Ini bukan kerja satu orang, melainkan kerja bersama dalam satu komando. Energi yang berdaulat memberi ruang fiskal, ruang fiskal memperkuat kesejahteraan, dan semuanya berjalan dalam kepemimpinan yang jelas,” tutupnya. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mayat Pria Ditemukan di Kebun Karet
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Polri Diusulkan Dibagi 2 Wilayah: Barat-Timur, Ada 2 Wakapolri
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
PAM Jaya Bangun Sentra Layanan dengan Edukasi Air dan Berbasis Digital
• 3 menit laluidntimes.com
thumb
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji Di Saudi Capai Progres Signifikan Menuju Pelaksanaan Haji 2026
• 14 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.