Indonesia Didesak Sikapi Agresi Amerika Serikat Terhadap Venezuela

genpi.co
1 hari lalu
Cover Berita

GenPI.co - Guru besar hubungan internasional Unej Prof Agus Trihartono mendesak Indonesia menyatakan sikap atas agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Agus mengatakan Indonesia harus memperkuat peran regional maupun multilateral, serta aktif mendorong reformasi tata kelola global.

“Indonesia perlu berani bersuara, saat hukum internasional dilanggar,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (8/1).

Dia menyampaikan politik luar negeri yang bebas-aktif, bukan berarti supaya menyenangkan semua pihak.

Namun, Indonesia harus terlibat secara cerdas dalam menjaga dunia, supaya tidak sepenuhnya jatuh ke hukum rimba.

Agus mengungkapkan peristiwa agresi Donald Trump terhadap Venezuela secara sepihak itu, harus dibaca Indonesia sebagai peringatan.

“Indonesia perlu konsisten membela prinsip anti-agresi, siapa pun pelakunya. Sebab, hari ini menimpa Venezuela, besok dialami negara lain,” ujarnya.

Dia mengatakan invasi Amerika Serikat tersebut, menjadi peringatan kerjas bahwa perdamaian dunia tidak hadir dengan sendirinya.

“Bahaya besar muncul, saat dunia membiarkannya dan mulai terbiasa terhadap pelanggaran hukum. Kemudian, menerima sebagai hal wajar,” tuturnya.

Agus menyinggung Piagam PBB yang melarang pemakaian kekuatan militer. Tetapi, saat pelanggarnya negara besar, hukum sering tak berdaya.

“Kalau hukum internasional terus diabaikan, tidak ada negara yang benar-benar aman. Indonesia harus siap dengan segala kemungkinan,” ucapnya. (ant)

Kalian wajib tonton video yang satu ini:


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar UI: PLTN Vital Gantikan PLTU Saat Transisi ke Energi Terbarukan
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Serangan AS ke Venezuela Dinilai Langgar Hukum Internasional dan Piagam PBB
• 17 jam lalukompas.com
thumb
BRIN: Fase Transisi Tentukan Ketangguhan Hadapi Bencana di Masa Depan
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Saksi Ungkap Xpander Dialihkan Choirul Anam ke Pihak Lain, Leasing Rugi Rp332 juta
• 19 jam lalurealita.co
thumb
KRL Rangkasbitung–Tanah Abang Terlambat, Penumpang Menumpuk di Stasiun Rawa Buntu
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.