Lionel Messi Ungkap Masa Depan Setelah Gantung Sepatu

eranasional.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Nama Lionel Messi hampir tak terpisahkan dari sepak bola level tertinggi selama lebih dari dua dekade. Mulai dari kejayaan bersama Barcelona, petualangan singkat di Paris Saint-Germain, hingga kini menjadi ikon Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami, La Pulga telah menorehkan hampir semua pencapaian yang bisa diraih seorang pesepak bola.

Namun, di tengah karier bermainnya yang perlahan mendekati senja, Messi mulai berbicara terbuka mengenai masa depannya setelah gantung sepatu. Menariknya, satu hal sudah ia pastikan sejak awal: menjadi pelatih bukanlah jalan yang ingin ia tempuh.

Dalam wawancara eksklusif dengan Luzu TV yang dikutip ESPN, Messi secara jujur mengakui bahwa dirinya tidak pernah membayangkan berdiri di pinggir lapangan sebagai juru taktik.

“Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang pelatih,” ujar Messi.

“Saya menyukai ide menjadi seorang manajer, tetapi jika harus memilih, saya lebih tertarik menjadi pemilik klub.”

Alih-alih mengatur strategi dari bangku cadangan, Messi justru tertarik pada sisi pembangunan jangka panjang sepak bola. Ia ingin terlibat langsung dalam pengembangan klub dari level dasar, memberi kesempatan kepada pemain muda, serta membangun fondasi yang berkelanjutan.

“Saya ingin memiliki klub sendiri, memulai dari bawah, lalu membuatnya berkembang,” lanjut Messi.

“Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada anak-anak untuk tumbuh dan mencapai sesuatu yang penting.”

Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa Messi melihat sepak bola bukan sekadar soal trofi dan kemenangan, melainkan juga sebagai ekosistem pembinaan yang harus dijaga.

Meski sudah memikirkan masa depan di luar lapangan, Messi belum berencana pensiun dalam waktu dekat. Kapten timnas Argentina itu baru saja memperpanjang kontraknya bersama Inter Miami CF hingga musim MLS 2028.

Artinya, publik Amerika Serikat masih akan menikmati magis Messi setidaknya dalam beberapa musim ke depan. Kehadirannya bukan hanya mendongkrak performa klub, tetapi juga mengangkat popularitas MLS secara global.

Inter Miami sendiri berstatus sebagai juara bertahan MLS Cup, dan akan memulai kampanye musim 2026 pada 21 Februari, dengan laga tandang menghadapi LAFC. Messi diprediksi tetap menjadi poros utama permainan The Herons, baik sebagai pencetak gol maupun kreator serangan.

Menariknya, rencana Messi sebagai pemilik klub bukan sekadar wacana. Ia sudah mulai mencicipi peran tersebut melalui proyek Deportivo LSM, sebuah klub yang berkompetisi di divisi keempat Uruguay.

Klub ini didirikan bersama Luis Suárez, sahabat sekaligus mantan rekan setim Messi di Barcelona. Nama LSM sendiri merupakan singkatan dari Luis Suárez dan Messi.

Menurut Suárez, proyek ini berangkat dari mimpi keluarga yang dimulai sejak 2018.

“Deportivo LSM adalah mimpi keluarga. Sekarang kami sudah memiliki lebih dari 3.000 anggota dan sekitar 80 pemain,” kata Suárez.

Fokus utama klub tersebut adalah memberikan akses dan fasilitas bagi pemain muda Uruguay, agar mereka memiliki jalur yang lebih jelas menuju sepak bola profesional.

Messi pun mengaku bangga bisa menjadi bagian dari proyek tersebut. “Saya bangga dan senang Anda memilih saya,” ujar Messi dalam pengumuman resmi klub.

“Saya berharap bisa memberikan kontribusi maksimal agar klub ini terus berkembang.”

Tak hanya lewat klub, Messi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan usia muda melalui peluncuran Messi Cup, sebuah turnamen internasional U-16 yang digelar di Miami.

Turnamen ini menghadirkan akademi-akademi elite dari berbagai negara, dengan tujuan meningkatkan daya saing serta memberi panggung bagi talenta muda untuk unjuk kemampuan di level internasional.

Edisi perdana Messi Cup yang digelar pada Desember lalu sukses menarik perhatian. River Plate keluar sebagai juara setelah mengalahkan Atlético Madrid di partai final, menandai kesuksesan awal proyek tersebut.

Turnamen ini menjadi cerminan visi Messi: tetap berkontribusi bagi sepak bola dunia, bahkan setelah tidak lagi bermain secara profesional.

Banyak legenda sepak bola memilih jalur kepelatihan setelah pensiun. Namun Messi tampaknya ingin menempuh arah berbeda menjadi arsitek di balik layar, bukan aktor utama di pinggir lapangan.

Dengan pengalaman panjang, jejaring global, serta pengaruh besar di dunia sepak bola, peran Messi sebagai pemilik atau pengembang klub berpotensi memberi dampak signifikan, khususnya bagi generasi muda.

Satu hal yang sudah pasti, ketika hari pensiun itu tiba, Lionel Messi tidak akan benar-benar meninggalkan sepak bola. Ia hanya akan mengubah peran, dari maestro di lapangan menjadi pembangun masa depan dari balik meja pemilik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Motif Nisa Nekat Jadi Pramugari Gadungan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Sulit Membuang Barang, Wajar atau Tanda Hoarding Disorder?
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Diminta Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Tunda Kenaikan Tarif Transjakarta
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Majelis Hakim Kabulkan Permohonan Izin Berobat Nadiem Makarim
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
SPPG di Sragen Sebelahan Kandang Babi, NasDem: Harusnya Tak Beri Izin
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.