Bisnis.com, DENPASAR – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN/Persero) Unit Induk Distribusi Bali membukukan pendapatan Rp10,12 triliun di 2025 atau tumbuh 3,31% (Year-on-Year/YoY).
Pendapatan tersebut diperoleh dari realisasi penjualan listrik di Bali yang mencapai 695,12 GWh. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik mencapai 7.758 GWh, tumbuh 6,25% dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menjelaskan pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya pemanfaatan listrik seiring dengan bergeraknya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Bali.
Eric juga menyebut capaian pendapatan menunjukkan layanan kelistrikan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung produktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
"Pendapatan yang tumbuh menunjukkan bahwa listrik dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat dan dunia usaha. Ini menegaskan peran listrik sebagai penopang aktivitas ekonomi di Bali," kata Eric, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, pertumbuhan pelanggan juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan di Bali bertambah 107.069 pelanggan, dengan peningkatan daya tersambung mencapai 472,44 MVA.
Hal ini menandakan semakin luasnya akses serta kapasitas layanan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pelaku usaha, dan fasilitas publik.
Untuk menjaga kualitas layanan, PLN UID Bali secara konsisten melakukan pemantauan dan evaluasi pemakaian listrik, khususnya pada pelanggan Tegangan Menengah (TM), sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem distribusi dan kualitas layanan kelistrikan.
Memasuki tahun 2026, PLN UID Bali akan terus memperkuat strategi pelayanan kelistrikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung pengembangan energi bersih dan transportasi berbasis listrik di Bali.
"Ke depan, fokus PLN adalah memastikan listrik tetap menjadi penopang kenyamanan hidup masyarakat, penggerak aktivitas ekonomi, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan," tutur Eric.





