Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak agresif menembus level 9.000. Pada sesi pertama perdagangan hari ini secara intraday, Kamis (8/1). Indeks dibuka menguat di level 8.946 dan sempat menyentuh titik tertinggi 9.000 pada pukul 10.04 WIB.
Reli indeks terjadi sepanjang perdagangan bursa awal Januari 2026. Menanggapi reli indeks di pekan ini, Head of Research Korea Investment Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai kondisi ini rawan bagi para trader karena kenaikan IHSG ditopang oleh saham lapis dua.
Wafi menyatakan, faktor pendorong utama kenaikan IHSG adalah struktur indeks yang didominasi oleh sektor komoditas. Seiring dengan kenaikan harga komoditas yang kuat pada awal Januari ini, indeks ikut melaju kencang.
“Secara fundamental, faktor utamanya struktur IHSG kita yang Commodity Heavy. Geopolitik bikin minyak dan emas naik, ini justru berkah buat emiten komoditas,” kata Wafi dikutip Kamis (8/1).
Menurut Wafi hal tersebut terjadi karena tensi geopolitik yang memanas sehingga mendorong kenaikan harga minyak dan emas. Hal tersebut membuat harga saham-saham komoditas emas dan minyak naik signifikan.
Selain itu, dia mengatakan bahwa pasar melihat ada potensi kenaikan laba serta ekonomi Indonesia yang relatif lebih tangguh dibanding negara lain.
Wafi mengatakan, kenaikan indeks ditopang oleh melajunya harga saham-saham lapis dua atau second liner. Karena indeks tidak diangkat oleh saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip, maka ini menunjukkan para trader berada dalam mode berisiko (risk on ) yang kuat, karena tanpa likuitditas yang kuat, harga shaam bisa saja jeblok secara mendadak.
“Ini bahaya karena rawan bikin trader ritel nyangkut kalo likuiditasnya tiba-tiba hilang,” kata Wafi
Ia menekankan, reli IHSG saat ini lebih didorong likuiditas dan sentimen ketimbang fundamental, kecuali untuk emiten komoditas yang memang mencetak keuntungan. Di sisi lain, banyak saham lapis dua sudah berada di valuasi yang kurang masuk akal.
Berikut saham-saham top gainers pada perdagangan secara intraday hari ini:
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 24,90% atau 640 poin ke level 3.210
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSS) naik 22,33% atau 230 poin ke level 1.260
- PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) naik 14,18% atau 200 poin ke level 1.610
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 12,80% atau 32 poin ke level 282
- PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) naik 8,57% atau 45 poin ke level 570




