JAKARTA, KOMPAS.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memotret suara responden, hasilnya pemilih Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan dan warga lintas generasi kompak menolak wacana kepala daerah dipilih DPRD.
Dilansir ANTARA, Rabu (7/1/2026), LSI Denny JA menanyai langsung 1.200 responden secara acak berjenjang (multistage random sampling) mengenai wacana pilkada via DPRD.
Survei soal isu yang terus ada sejak tahun lalu itu digelar pada 19 dan 20 Oktober 2025. Margin of error survei itu 2,9 persen.
Baca juga: PSHK: Pilkada Langsung Harus Dipertahankan, Elite Politik yang Harus Berbenah
Mayoritas responden menolak wacana itu, tak peduli siapapun yang mereka pilih di Pilpres 2024 silam. Baik pemilih Prabowo, Anies, maupun Ganjar Pranowo, semuanya menolak wacana pilkada lewat DPRD.
Warga lintas generasi, baik itu generasi Baby Boomer atau Boomers yang lahir di era Bung Karno sampai Generasi Z, semuanya emoh bila kepala daerah dipilih oleh anggota dewan di daerah masing-masing.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=LSI Denny JA, pilkada tak langsung, kepala daerah dipilih DPRD, wrapup, pilkada via dprd&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xMjA0MjQ2MS90b2xhay1waWxrYWRhLXZpYS1kcHJkLXBlbWlsaWgtcHJhYm93by1oaW5nZ2EtYW5pZXMtYm9vbWVycy1oaW5nZ2EtZ2VuLXo=&q=Tolak Pilkada via DPRD: Pemilih Prabowo hingga Anies, Boomers hingga Gen Z§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Dari 1.200 responden yang ditemui secara tatap muka dan diberi kuesioner survei LSI Denny JA, sebanyak 66,1 persen menyatakan kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali ide pilkada via DPRD.
“Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik," kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, Rabu (7/1/2025), dikutip dari ANTARA.
Hanya 28,6 persen responden yang setuju atau sangat setuju dengan ide pilkada tak langsung.
Baca juga: Peta Dukungan Ide Pilkada via DPRD: 5 Partai di Parlemen Setuju, PDIP Menolak
Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga datang dari lintas gender, baik laki-laki maupun perempuan, di desa maupun kota.
Di samping itu, penolakan juga datang dari kalangan "wong cilik", yakni masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.
Mayoritas Boomers hingga Gen Z tolak pilkada via DPRDGen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana pilkada via DPRD dibandingkan generasi lainnya.
Ardian Sopa mengatakan segmen Gen Z sebanyak 84 persen menolak,
Generasi Milenial yang menolak ide pilkada tak langsung sebanyak 71,4 persen.
Baca juga: Gen Z Muak dengan Kebocoran Data Pribadi: Server Pemerintah Jebol, Diteror Spam dan Pinjol
Responden dari Generasi X (kelahiran 1965 sampai 1980), 60 persen dari mereka menolak ide itu.
63 Persen responden dari generasi paling tua yakni Baby Boomer, juga menyatakan penolakannya terhadap wacana itu.





