Bahlil: Lifting Minyak 2025 Capai 605,3 MBOPD, 100,05 Persen dari Target APBN

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia melaporkan, lifting minyak bumi di sepanjang tahun 2025 mencapai rata-rata 605,3 MBOPD atau 100,05 persen dari target APBN. Hal itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM, yang digelar di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

"Alhamdulillah target kita hari ini itu mencapai 605,3 (MBOPD) atau sama dengan 105 persen. Jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit," kata Bahlil, Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga :
Trump Ingin Kontrol Minyak di Venezuela, China: Merusak Hak Rakyat!
Trump: Uang Penjualan Minyak Venezuela Hanya Boleh untuk Beli Produk AS

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menegaskan, capaian lifting minyak di tahun 2025 ini menjadi yang pertama kalinya meningkat dalam kurun waktu 9 tahun terakhir. Sebab, Bahlil sendiri mengakui bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, lifting minyak tidak pernah mencapai target sebagaimana yang dicanangkan dalam APBN.

"Kalau kita melihat target APBN kita 10 tahun terakhir, di lifting itu enggak pernah tercapai. Pertama itu kenaikan lifting kita di 2008, itu karena ada Banyu Urip kalau tidak salah. Kemudian 2015-2016, setelah itu enggak pernah lagi lifting kita mencapai target APBN. Alhamdulillah kali ini kita tercapai," ujarnya.

Kemudian, Bahlil juga melaporkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) di tahun 2025, tercatat mencapai sebesar Rp 138,37 triliun atau 108,56 persen, lebih tinggi dari target di tahun 2025.

"Pencapaian target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai 108,56 persen, melampaui target. Di dalam DIPA itu Rp 127,44 triliun dalam APBN, ini yang dimasukkan. Tetapi realisasinya adalah Rp 138,37 triliun," kata Bahlil.

"Ini target dalam APBN, ini realisasi. Dan ini saya harus jujur mengatakan bahwa ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi, konsentrasi, dan totalitas. Kenapa ini kita harus lakukan? Karena negara membutuhkan dana untuk bagaimana bisa membiayai program-program kerakyatan," ujarnya.

Selanjutnya, Bahlil juga melaporkan bahwa PNBP Sumber Daya Alam (SDA) Migas di tahun 2025 tercatat mencapai Rp 105,04 triliun, atau 83,7 persen dari target Rp 125,46 triliun. Bahlil menjelaskan, sekalipun lifting minyak mencapai 605,3 ribu barel per day, namun asumsi ICP yang di dalam APBN dipatok sebesar US$82 per barel nyatanya hanya seharga US$68 per barel.

Baca Juga :
Rusia Kerahkan Kapal Selam Mengawal Tanker dari Venezuela yang Diburu AS
Bahlil Pastikan Tarif Listrik 2026 Tak Ada Kenaikan
Trump Bilang Uang Penjualan 30-50 Juta Barel Minyak Akan Dipakai untuk Rakyat AS dan Venezuela

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG diprediksi terkoreksi aksi “profit taking” jelang akhir pekan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Diprediksi Menguat di Rentang 9.030-9.077, Intip Analisa Saham CDIA-TLKM
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Nadiem Ungkap Kejanggalan Kasusnya Lewat Instagram Setelah Dilarang Bicara ke Media
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Komika Pandji Dilaporkan ke Polisi, Begini Sikap Polda Metro Jaya
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pertamina Percepat Pemulihan Energi di Sumatera: Distribusi BBM ke Daerah Terisolir Gunakan Helikopter
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.