Ketika Sebuah Batu Memiliki Harapan

erabaru.net
23 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seorang tukang pos desa bernama Ferdinand Cheval setiap hari berjalan kaki menyusuri desa-desa. Suatu hari, di jalan pegunungan yang terjal dan berbatu, dia tersandung oleh sebuah batu.

Dia bangkit, menepuk debu dari tubuhnya, dan bersiap melanjutkan perjalanan. Namun tiba-tiba dia menyadari bahwa batu yang membuatnya terjatuh itu memiliki bentuk yang sangat unik. Dia memungut batu tersebut, memandanginya dari kiri dan kanan, lalu merasa semakin menyukainya.

Akhirnya, batu itu dimasukkan ke dalam tas posnya. Warga desa melihat bahwa selain surat-surat, tas posnya kini juga berisi sebuah batu yang berat. 

Mereka merasa heran dan dengan niat baik menasihatinya :  “Buang saja batu itu. Setiap hari kamu harus berjalan jauh, itu hanya akan menjadi beban.”

Malam harinya, setelah pulang ke rumah, dia terbaring lelah di tempat tidur. 

Tiba-tiba sebuah gagasan muncul di benaknya: Bagaimana kalau batu-batu seindah ini digunakan untuk membangun sebuah kastel? Betapa menawannya itu!

Sejak saat itu, setiap kali mengantar surat, dia selalu mencari batu. Setiap hari, dia membawa pulang satu batu. Tak lama kemudian, dia mengumpulkan banyak batu dengan bentuk-bentuk aneh. Namun jumlah itu masih jauh dari cukup untuk membangun sebuah kastel.

Dia pun mulai mendorong gerobak roda satu saat mengantar surat. Setiap menemukan batu yang disukainya, dia akan memasukkannya ke dalam gerobak.

Sejak hari itu, hidupnya tidak pernah lagi benar-benar ringan. Siang hari dia adalah seorang tukang pos sekaligus kuli pengangkut batu. Malam hari, dia berubah menjadi seorang arsitek. Dia menumpuk dan menyusun batu-batu itu mengikuti imajinasinya yang liar dan bebas, membangun kastel impiannya sedikit demi sedikit.

Semua orang menganggap perbuatannya aneh. Mereka yakin pikirannya sudah tidak normal.

Selama lebih dari 20 tahun, dia tak pernah berhenti mencari, mengangkut, dan menumpuk batu. Di tempat tinggalnya yang terpencil, perlahan muncul bangunan-bangunan kastel yang bertingkat dan berundak. Penduduk setempat tahu, ada seorang tukang pos pendiam dan keras kepala yang sibuk melakukan sesuatu yang tampak seperti permainan anak-anak membangun istana pasir.

Pada tahun 1905, seorang wartawan dari surat kabar Prancis secara kebetulan menemukan kumpulan kastel kecil itu. Pemandangan serta struktur bangunannya membuatnya terpukau. Dia pun menulis sebuah artikel tentang Cheval.

Setelah artikel itu terbit, Cheval segera menjadi tokoh pemberitaan. Banyak orang datang berbondong-bondong untuk mengunjungi kastel tersebut. Bahkan seniman ternama Pablo Picasso pun datang secara khusus untuk melihat karya Cheval.

Kini, kastel itu telah menjadi salah satu objek wisata paling terkenal di Prancis. Namanya adalah “Bangunan Tukang Pos Cheval”.

Hikmah cerita:

Pada batu-batu kastel itu, hingga hari ini masih terlihat jelas banyak ukiran yang dibuat Cheval di masa lalu.

Salah satu kalimat terukir di sebuah batu di pintu masuk berbunyi: “Aku ingin tahu, sejauh mana sebuah batu yang memiliki harapan bisa melangkah.”

Konon, itulah batu yang dahulu pernah membuat Cheval tersandung.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ardina Rasti Isi Soundtrack Film Penunggu Rumah: Buto Ijo
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya soal Diskon Tarif Listrik Daerah Bencana: Belum Sampai ke Saya
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenkeu Sudah Gelontorkan Rp 26,7 T untuk Program LPDP Sepanjang 2025
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Jatim Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya atas Kontribusi Swasembada Pangan 2025
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Uji materi KUHP dan KUHAP baru mulai bergulir di MK
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.