Magelang: Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa mengunjungi Candi Borobudur pada, Rabu, 7 Januari 2025. Kunjungan tersebut menjadi agenda pembuka kunjungan Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Yang Mulia Chamgon Kenting Taitisupa didampingi Sekjen Majelis Palpung Indonesia, Karuna Murdaya dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI).
Agenda utama yang digelar di kawasan Borobudur yakni Pradaksina, doa bersama, pemberian blessing, serta meditasi di area stupa. Kegiatan ini diikuti umat Buddha dari Indonesia maupun mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Australia, hingga sejumlah negara di Eropa.
Baca Juga :
Doa dan Meditasi Umat Buddha Dunia Menggema di Puncak Borobudur“Hari ini ada acara Pradaksina di atas Borobudur, dilanjutkan dengan sembayangan, blessing, dan meditasi di stupa bersama umat,” kata Karuna Murdaya di Candi Borobudur, Rabu, 7 Januari 2025.
Pradaksina merupakan bahasa Sansekerta yang artinya melakukan praktik berjalan mengelilingi objek suci searah jarum jam. Dalam tradisi Tibet, istilah yang lebih umum dipakai adalah kora.
Bhiksu Sangha dengan Jubah bhikku Tantrahana dan para peserta mengikuti proses dengan khidmat, menciptakan suasana Sembahyang yang mendalam. Di momen tersebut, barisan para Bhiksu melantunkan doa di puncak tertinggi Candi Borobudur.
Karuna Murdaya juga menjelaskan, kunjungan ke Borobudur merupakan hari pertama dari rangkaian agenda Chamgon Kenting Taisitupa di Indonesia. Ke depan, jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya kegiatan Dharma Teaching & Empowerment yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bersamaPalpung Indonesia.
“Untuk hari pertama ini tercatat lebih dari 600 umat yang mendaftar dan hadir dari berbagai negara. Setelah ini masih ada rangkaian ajaran, dan untuk teaching serta empowerment di Jakarta nanti jumlah pesertanya bisa mencapai beberapa ribuorang,” ujarnya.
Sekjen Majelis Palpung Indonesia itu menambahkan, pemilihan Candi Borobudur sebagai lokasi kegiatan memiliki maknaspiritual yang mendalam bagi umat Buddha dunia. Menurutnya, kesempatan melakukan Pradaksina dan sembahyang langsung di Borobudur menjadi pengalaman yang sangat berharga.
“Bagi umat Buddha dari seluruh dunia, kesempatan Pradaksina atau sembayang dekat Borobudur itu sangat istimewa. Seperti yang disampaikan Taisitupa, Borobudur adalah salah satu pusat agama Buddha paling terkenal di dunia,” tuturnya.
Ke depan, pihaknya berharap kunjungan spiritual ke Borobudur dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak umat dari berbagai aliran Buddhis.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
