Jakarta, VIVA – Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pertama kalinya digulirkan kembali hari ini di sekolah pada tahun 2026, dan Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan guru harus mendapatkan makanan tersebut mengingat beberapa sekolah masih belum memberikannya.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang saat mengunjungi MBG hari pertama tahun 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis mengatakan, pemberian MBG untuk guru sudah tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait Perluasan Penerima MBG.
"Semua guru harus dapat ya, sudah tertuang dalam Perpres, masa' di sekolah ini belum dapat? Harus dijalankan ya, semua tenaga pendidik, termasuk mau itu tenaga kebersihan, yang menyapu, tenaga Tata Usaha (TU) juga harus dapat," katanya menegur Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga turut hadir di lokasi.
Selain itu, Nanik juga menyarankan agar tiap SPPG lebih kreatif memberikan menu makanan, utamanya ikan yang proteinnya sangat dibutuhkan bagi siswa sekolah.
"Mungkin mereka ingin ikan lele, jangan telur terus, karena kalau permintaannya banyak harganya bisa naik, jaga supaya enggak naik maka ganti jadi ikan," ujar dia.
Nanik menegaskan dirinya akan kembali lagi ke SMKN 1 Jakarta pekan depan untuk mengecek apakah guru sudah mendapatkan MBG atau belum, mengingat hal tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Minggu depan saya ke sini lagi, tolong ya benar-benar diberikan untuk guru," tuturnya.
Saat berinteraksi dengan salah satu siswa Kelas X Teknik Konstruksi Perumahan (TKP), Jihan, Nanik mendapati siswa tersebut menangis terharu karena mendapatkan MBG.
"Enggak apa-apa, makanya setelah dapat MBG ini harus lebih semangat lagi sekolahnya, ya!" ucap Nanik sembari mengusap bahu siswi tersebut.
Sementara itu, Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat Adiwiyata Bima Saraswata yang bertanggung jawab terhadap penyaluran MBG di SMK Negeri 1 Jakarta menyatakan pihaknya segera meningkatkan cakupan MBG untuk penerima lain selain siswa, termasuk bagi guru, tenaga tata usaha, hingga tenaga kebersihan.
Sepanjang tahun 2025, BGN mencatat telah membangun 19.188 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat mencapai 55,1 juta orang mencakup siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai pada Februari 2026. (Ant)




